4 Hal yang Dapat Mengangkat Derajat Manusia

Diposkan oleh Muhammad Iqbal on Minggu, 18 Maret 2012

Semua orang pasti menginginkan hidup yang makmur derajat yang tinggi baik di hadapan manusia maupun di hadapan ALLAH SWT. Ada 4 hal apabila manusia mau melakukannya maka derajatnya akan diangkat oleh ALLAH SWT menurut Imam Juned Al Bahdati. 4 hal itu antara lain:


1. Mempunyai sifat penyantun

Menurut kamus penyantun adalah orang yang suka memberi / menolong / dermawan.

Manfaat menjadi orang dermawan adalah :

a. Dekat dengan ALLAH SWT

b. Dekat dengan surga

c. Dekat dengan manusia

d. Jauh dari neraka

Ini sesuai dengan hadits nabi:

“Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang pelit (albakhil) itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Orang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah ketimbang ahli ibadah yang pelit.” (HR Al Tirmidzi dari Abu Hurairah).



Dan juga janji ALLAH SWT:

Ini sesuai janji Allah SWT. ”Dan apa saja yang engkau infakkan, maka Allah akan mengganti. Dan Dialah sebaik-baik Pemberi Rezeki.” (QS Saba’: 39).

Untuk itu sahabat mari kita berlatih untuk berbagi dengan orang lain. Tidak harus dengan materi namun apa yang kita miliki seperti ilmu, waktu, tenaga, pikiran, mungkin juga dengan senyum. Lihat sedekat itu mudah.



2. Mempunyai jiwa rendah hati

Apapun posisi kita entah itu guru, murid, orang tua, anak, saudara, polisi, pejabat, presiden, dan lain-lain berusahalah menjadi orang yang rendah hati / tawadhu/tidak sombong.

Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan kepadaku agar kalian bertawadhu‘, sehingga tak seorang pun menyombongkan diri kepada yang lain, atau seseorang tiada menganiaya kepada yang lainnya. (HR Muslim)



Di hadits lain, Rasulullah saw. mengingatkan akan jaminan bahwa orang yang rendah hati akan diangkat derajatnya oleh Allah.



Allah tidak menambahkan kepada seorang hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan, dan tidaklah seorang hamba bersikap tawadhu‘ kecuali Allah pasti mengangkat (derajatnya). (HR Muslim)



Ketika ditanya mengenai arti tawadhu‘ (rendah hati), al-Fudhail menjawab, “Kamu tunduk kepada kebenaran dan patuh kepadanya. Walaupun engkau mendengarnya dari anak kecil, engkau tetap menerimanya. Bahkan, meskipun engkau mendengarnya dari orang terbodoh, engkau tetap menerimanya.”



Rendah hati adalah syarat pertama jika kita ingin mencapai derajat sebagai insan yang bertakwa.



Rendah hati merupakan puncak dari akhlak seorang mukmin, yaitu rendah hati kepada Allah, Sang Pemilik kehidupan.



Rendah hati tidak mungkin diraih hanya dengan ilmu, harus diiringi dengan amal perbuatan.



Kebalikan dari rendah hati adalah tinggi hati / takabur / sombong.

Sombong ada 2 macam, yaitu sombong lahir (takabur) dan sombong batin (takabur batin). Sombong lahir yaitu perbuatan-perbuatan kesombongan yang dilakukan oleh anggota badan dan jelas terlihat. Sombong batin yaitu sifat kesombongan didala jiwa atau hati yang tidak terlihat.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada 2 macam sifat yang merupakan himpunan dari sifat sombong, yaitu menolak kebenaran dan meghina orang lain, sebagaimana sabdanya:



Artinya: “Sombong adalah (sifat) orang yang mengingkari kebenaran dan menghina orang lain.” (HR. Abu Daud dan Hakim)



Contoh perilaku yang takabur

Orang yang baru naik pangkat, lalu dengan kekuasaannya dia bertingkah seenaknya, menggunakan fasilitas yang ada untuk kebanggaan dirinya tanpa melihat disekelilingnya seolah-olah dunia menjadi miliknya.



Bentuk-bentuk takabur

Sikap takabur dapat diketahui ciri-cirinya sebagai berikut:

a. Berlagak sekan dirinya sendiri paling pandai dan benar.

b. Mudah terpancing emosinya apabila pendapatnya tidak diikuti orang lain.

c. Tidak bersedia dikritik dan diberi saran, walaupun pendapatnya kurang tepat.

d. Tidak mau menerima kebenaran yang datangnya dari oarang yang dipandang lebih rendah daripada dirinya.



Batasan dari orang yang disebut sombong antara lain:

a. melihat dirinya lebih tinggi daripada orang lain

b. mengagumi dirinya sendiri, merasa dirinya dikagumi sampai lupa siapa yang menciptakan dirinya

c. tidak mau menerima kebenaran terutama dari orang yang status ekonominya llebih rendah dibawahnya.

3. Mempunyai jiwa pemurah

Pemurah di sini artinya melebihi sifat dermawan. Seperti sifat ALLAH SWT yang Maha Pemurah dengan memberi rizki kepada seluruh isi makhluk baik kepada orang muslim maupun non muslim, baik kepada manusia maupun kepada makhluk lainnya seperti hewan, tumbuhan dan lain-lain. Jadi orang yang pemurah kebaikannya tidak pandang bulu, artinya tidak hanya memberi kepada manusia tetapi juga makhluk ALLAH SWT lainnya seperti hewan, tumbuhan juga.



Tidak semua orang bisa memiliki jiwa pemurah dan demawan. Namun bagi orang yang:

a. kadar iman / takwanya rendah maka memiliki sifat pemurah akan terasa berat

b. kadar iman / takwanya tinggi maka memiliki sifat pemurah akan terasa ringan



4. Mempunyai budi pekerti yang luhur

Tolok ukur derajat mulia seseorang di dunia dan akhirat ditentukan oleh akhlakul karimah sehari-hari baik kepada ALLAH SWT dan sesama manusia.

Visi rasulullah diutus di dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia.



Komentar Facebook
0 Komentar Blogger
Twitter

{ 0 komentar... read them below if any or add comment }

 
FASTSEO - SEO Friendly Blogger Template Design by Tutorial SEO Blogspot