Saturday, June 9, 2012

Hukum Melagukan Al-Quran

http://4.bp.blogspot.com/_JESvgHhM-hw/S1WjUd5n3YI/AAAAAAAAAG0/OihhbrnBACM/s320/Hajjaj_Hood.JPG

Membaca Al-Quran bisa dilakukan dengan jahr (keras) atau sirr(pelan). Untuk membaca Al-Quran dengan suara jahr, disunnatkan oleh Rasulullah SAW agar dibaca dengan bagus.

Bagus disini memiliki banyak arti:

1. Bagus bacaannya

2. Bagus tajwidnya

3. Bagus suaranya

4. Bagus lagu dan variasinya

5. Bagus pengaturan nafasnya

6. Bagus penghayatannya, dsb

Membaca Al-Quran yang bagus sesuai dengan enam komponen tersebut diatas adalah bacaan yang mujawwad dan tartil. Dalam hal ini Allah telah menjelaskan di dalam Al-Quran yang artinya:

“Bacalah Al-Quran itu dengan se tartil-tartilnya”. (QS Al-Muzammil 4)

“Dan kami membaca Al-Quran dengan se tartil-tartilnya”. (QS Al-Furqon 32)

Lalu muncullah pertanaan “apakah yang dimaksud dengan Tartil?”

Pada masa Shahabat Rasul SAW, Sayyidina Ali Karromallohu Wajhah memberikan penjelasan bahwa “Tartil adalah membaguskan huruf-huruf dan mengerti mengenai berhentinya bacaan”

Penjelasan Sayyidina Ali tersebut sudah jelas bahwa tartil adalah bacaan yang membaguskan huruf-hurufnya. Sebab membaca Al-Quran tanpa memperhatikan keindahan huruf-hurufnya akan besar kemungkinan merusak makna ayat yang dibaca. Tersirat didalam memperbagus hufur agar tidak merusak makna. Sebab akan di dengar oleh Allah SWT, para malaikat dan manusia, disini ada unsur suara. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Hiasilah Al-Quran dengan suaramu, karena suara yang merdu akan memperindah Al-Quran”

Disini telah jelas bahwa ayat Al-Quran dan Al-Hadits menganjurkan untuk memperbagus dan memperindah bacaan Al-quran. Bahkan membawakannya harus dengan suara yang merdu dan berirama karena akan menambah keindahan Al-Quran.

Berbicara mengenai irama, sudah pasti ada lagu didalamnya. Dalam bahasa Arab, lagu dikenal dengan istilah Ghina atau Yataghonna, yang artinya menyanyi/berlagu/berseni. Rasulullah menganjurkan di dalam haditsnya:

“Bukanlah termasuk ke dalam golonganku barang siapa yang tidak melagukan Al-Quran”

Bahkan dianjurkan pula agar suara dan bentuk lagunya sesuai dengan lahjah/dialek Arab. Sebagaimana diriwayatkan oleh imim malik dalam kitabnya Al-Muwattha’. Rasulullah bersabda:

“Bacalah Al-Quran dengan lughun (lagu) dan bentuk suara Arab”

Dengan demikian, melagukan Al-Quran adalah anjuran AllahSWT dan Rasulullah SAW.

Al- Imam Al- Karmani mengatakan bahwa membaguskan suara dalam membaca Al-Quran hukumnya adalah sunnah, selagi tidak menyalahi kaidah-kaidah tajwid. Demikian pula para ulama sepakat bahwa membaca Al-Quran dengan tajwid adalah wajib, sebagaimana dijelaskan Sayyidina Ali diatas.

Imam Ibnu Al-Jazari juga mengatakan bahwa bacaan Al-Quran yang dapat memukau dan meluluhkan hati pendengarnya adalah bacaan yang baik dan benar, bertajwid dan berirama yang merdu. Namun walaupun gaya, lagu dan suaranya merdu, tetepi tidak memperhatikan ilmu tajwid, maka hukumnya haram dan berdosa.

Melaksanakan tajwid dalam membaca Al-Quran adalah suatu keharusan

Dan barang siapa membaca Al-Quran tanpa tajwid, berdosa hukumnya,

Karena Al-Quran diturunkan sekaligus disertai tajwidnya

bacaan yang bertajwid adalah bacaan yang tepat. Sebab membaca Al-Quran dengan suara yang bagus, lagu yang indah, variasai yang sangat menarik akan tetapi tidak disertai dengan tajwid yang benar, hanya ingin dikagumi oleh pendengarnya saja adalah sangat dilarang keras...

G+

Komentar Anda

 
Indoking (Kumpulan Berbagai Macam Informasi) © Copyright 2015 - Designed by Muhammad Iqbal
Back to top
Selamat Datang di www.indoking.blogspot.co.id (Download Mp3, Software, Games, Film, ebook, Chord Gitar, Tips and Trick, Operator Sekolah, Android, dll). Terima Kasih Atas Kunjungannya, Jangan lupa Komentarnya, Dan Berkunjunglah Kembali Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru 2016.