Tuesday, August 28, 2012

Inilah jenglot yang gegerkan warga Bantul



Jenglot berukuran 12 cm ini ditemukan oleh seorang penambang pasir di sungai Progo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Inilah jenglot yang gegerkan warga Bantul- Jenglot berukuran 12 cm ini ditemukan oleh seorang penambang pasir di sungai Progo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Jenglot yang ditemukan oleh seorang penambang pasir di Dusun Prajenan Rt 01 Desa Sendang Sari, Kecamatana Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (27/8)
Jenglot berukuran 12 cm ini ditemukan oleh seorang penambang pasir di sungai Progo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Jenglot ditemukan oleh seorang penambang pasir di Dusun Prajenan Rt 01 Desa Sendang Sari, Kecamatana Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (27/8).
Sejumlah warga yang melihat memotret Jenglot yang ditemukan oleh seorang penambang pasir di Dusun Prajenan Rt 01 Desa Sendang Sari, Kecamatana Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (27/8).
Sejumlah warga melihat Jenglot yang disimpan didalam sebuah aquarium di Dusun Prajenan Rt 01 Desa Sendang Sari, Kecamatana Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (27/8).
Jenglot ini berukuran 12 cm.Seorang tengah memegang Jenglot saat diperlihatkan di Dusun Prajenan Rt 01 Desa Sendang Sari, Kecamatana Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (27/8).
Jenglot ditemukan oleh seorang penambang pasir di Dusun Prajenan Rt 01 Desa Sendang Sari, Kecamatana Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (27/8).
"Jenglot" 
Gegerkan Warga Bantul. Takhayul?
Warga meyakini itu merupakan penjelmaan orang yang sangat sakti.
Patung
Jenglot Terdampar Di Sungai
VIVAnews - Warga Bantul, DIY digemparkan dengan penemuan benda yang disebut "jenglot", yang berbentuk seperti boneka kecil, bertaring tajam, dan berambut gondrong. Warga meyakini itu bukan semata patung boneka, tapi penjelmaan dari orang sangat sakti yang tidak bisa mati, lalu tubuhnya mengecil. 

"Jenglot" itu menggeger warga Dusun Jaten, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, setelah pertama kali ditemukan oleh Priyatno (40) dan Pardi (26), saat akan menyedot pasir di Sungai Progo.

"Sekitar pukul 11.00 WIB saya bersama Pardi akan kembali menyedot pasir di Sungai Progo. Namun sebelum selang penyedot pasir dimasukkan dalam sungai, terlihat ada benda menempel warna hitam dan seperti ada rambutnya," kata Priyatno di Bantul, DIY, Senin 27 Agustus 2012

Temuannya itu lalu diperlihatkan kepada beberapa rekannya yang sedang menaikkan pasir ke truk. "Mereka bilang benda yang ditemukan adalah jenglot," kata Priyatno.

Benda itu bentuknya kecil, hanya memiliki panjang sekitar 12 sentimeter. Rambutnya yang berwarna putih terurai sepanjang sekitar 25 sentimeter. Dari mulutnya muncul dua gigi taring. Kuku kaki dan jari tumbuh cukup panjang dengan warna putih.

Kabar ada "jenglot" yang ditemukan, langsung tersiar dari mulut ke mulut dan menjadi tontonan penduduk. Warga yang penasaran hilir mudik melihat "jenglot" yang dimasukkan dalam toples. "Jenglot" itu sekarang disimpan di rumah salah satu warga.

"Kalau dibuat panitia parkir dan menarik biaya untuk menonton 'jenglot' akan mendapatkan tambahan uang," ujar Priyatno. Dia menyatakan tidak masalah bila ada pihak yang ingin membeli temuannya itu, apalagi jika untuk keperluan penelitian.
Menanggapi soal ini, Rais NU Kabupaten Bantul KH Kholik mengimbau masyarakat tidak tersulut isu-isu berbau takhayul. Kholik menilai, benda yang ditemukan warga itu tak lebih dari sebuah patung dan benda mati. 

"Itu hanya patung biasa, buatan manusia, yang diberi rambut panjang, giginya ada taringnya, kukunya juga. Di dalam agama, itu tidak ada. Masyarakat jangan percaya dengan takhayul-takhayul seperti itu," kata Kholik saat dihubungi VIVAnews. (umi)

G+

Komentar Anda

 
Indoking (Kumpulan Berbagai Macam Informasi) © Copyright 2015 - Designed by Muhammad Iqbal
Back to top
Selamat Datang di www.indoking.blogspot.co.id (Download Mp3, Software, Games, Film, ebook, Chord Gitar, Tips and Trick, Operator Sekolah, Android, dll). Terima Kasih Atas Kunjungannya, Jangan lupa Komentarnya, Dan Berkunjunglah Kembali Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru 2016.