Thursday, October 25, 2012

http://images.jumpingsistervany.multiply.com/image/fR9Ez2ytKeVQUe9Z2Zqwmw/photos/1M/300x300/13/Playing-Guitar.jpg?et=AhRu5Tq5OcfdtrjS7F6mjw&nmid=0Tips Mudah Belajar Nge-Shred- Sebelumnya apakah anda sudah tau arti dari kata "Shred"?
Arti dalam bahasa Shred adalah irisan, sobekan, mencabik-cabik dll. Dalam dunia musik sendiri Shred di kaitkan dengan permainan gitar yang cepat (dalam bahasa jawa : ngowak ngawik). Kemudian anda berfikir bagaimana mereka melakukan itu? atau anda berfikir itu hanya dapat di lakukan oleh orang yang punya bakat lebih di gitar, jika anda berfikir begitu anda salah besar. Kenapa saya bilang salah besar karena Shred atau Shredding teknik sebenarnya di ciptakan dari beberapa bentuk melody yang mudah (dasar) yang kemudian di gabungkan antara satu bentuk dengan bentuk yang lainnya.

Adapun bentuknya dapat berupa sweeping, string skipping, atau juga dengan membolak-balikan nada antara 1- 6 nada saja, karena temponya yang cepat maka seolah-olah itu adalah permainan dewa gitar yang imposible bagi anda.

Berikut saya share beberapa tips tentang shredding teknik agar anda bisa melakukannya dengan mudah dan teratur :
  1. Cari bentuk lik sederhana anda yang akan di aplikasikan untuk nge-shred.
  2. Mainkanlah bentuk lik sederhana anda dalam beberapa root (nada awal) dari scale yang anda gunakan dan mainkanlah root tersebut pada nada rendah dan tinggi.
  3. Mulailah dari tempo yang sangat pelan (mengapa harus dari tempo pelan : baca artikelnya di sini).
  4. Percepat tempo dengan perlahan yang paling penting adalah nada itu harus bersih.
  5. Jika anda sudah mulai biasa dengan pola pertama, cari pola-pola lain untuk variasi. 5 bentuk saja sudah cukup bagus tapi usahakan cari sebanyak mungkin variasi bentuk untuk lik anda.
  6. Latih terus lik-lik yang sudah anda temukan bentuknya, minimal sehari 30 menit sudah cukup.
  7. Lihat Video contoh bentuk lik sederhana yang di pakai Paul Gilbert di bawah ini dan pahamilah maksud dari Video tersebut (Agar paham tontonlah sampai akhir).
  8. Agar lebih paham lagi baca lagi tips ini dari nomer satu dengan perlahan dan cermatilah maksud dari beberapa tips di atas.

Tips Mudah Belajar Nge-Shred

Teknik Main Gitar haruslah step by step atau jangan pernah terburu-buru. Latihlah teknik bermain gitar dengan tempo yang pelan terlebih dahulu, setelah itu baru tingkatkan temponya secara bertahap. Dengan latihan yang bertempo lambat dan akurat, maka kecepatannya dengan sendirinya akan berkembang.

Nah, kenapa kita selalu dianjurkan untuk memulai setiap teknik dengan tempo yang pelan terlebih dahulu? Ini jawabannya: Saat otot kita mulai mengenali pola dan gerakan pada teknik yang spesifik yang kita mainkan/latih di gitar, maka pada saat itu pula otak kita melakukan proses perekaman. “Practice makes perfect” (berlatih membuatnya sempurna) adalah kalimat yang hampir benar. Tapi kalimat yang perlu kamu hayati benar-benar mungkin ini: “Practice makes permanent” (berlatih membuatnya permanen/tetap).
Penjarian   Satu hal yang membuat pemain gitar yang hebat adalah ketangkasan jari yang baik dan bersih .Hal ini penting sebagai awal atau gitaris menengah untuk berlatih teknik yang akan meningkatkan kecekatan jari. saya akan berbagi beberapa teknik yang digunakan dan masih digunakan sampai sekarang untuk meningkatkan kecepatan dan ketangkasan jari.
Hal ini dapat menjadi sedikit membosankan, tetapi pastikan setiap bermain not hrus bersih dan sesuai tempo. tambah kecepatan setelah kamu dapat memainkannya dengan baik. mainkan cara ini dari atas ke bawah.


E||-----------------|-----------------|----------------|-----------------|-----------------|--1---2---3---4-||
B||-----------------|-----------------|----------------|-----------------|--1---2---3---4--|----------------||
G||-----------------|-----------------|----------------|-1---2---3---4---|-----------------|----------------||
D||-----------------|-----------------|--1---2---3---4-|-----------------|-----------------|----------------||
A||-----------------|--1---2---3---4--|----------------|-----------------|-----------------|----------------||
E||-1---2---3---4 --|-----------------|----------------|-----------------|-----------------|----------------||
Latihan berikutnya adalah serupa, hanya dalam pola yang berbeda.
Pastikan untuk menggunakan semua empat jari dan berhati-hati jangan sampai terdengar kotor,
suara berisik menyebalkan akan terjadi ketika bermain not sembarangan/tidak tepat.


E||-1---4---2---3--|-----------------|----------------|-----------------|-----------------|------------------||
B||----------------|--1---4---2---3--|----------------|-----------------|-----------------|------------------||
G||----------------|-----------------|--1---4---2---3-|-----------------|-----------------|------------------||
D||----------------|-----------------|----------------|-1---4---2---3---|-----------------|------------------||
A||----------------|-----------------|----------------|-----------------|--1---4---2---3--|------------------||
E||----------------|-----------------|----------------|-----------------|-----------------|--1---4---2---3---||
Berikut ini adalah riff sederhana saya buat untuk berlatih berulang-ulang,
naik-turun fretboard...keep practice


E||-----------------|-----------------|----------------|---------------||
B||-----------------|-----------------|----------------|---------------||
G||----------6---7--|--9---7---6------|----------6---7-|-9---7---6 ----||
D||-7---9 ----------|--------------9--|--7---9---------|---------------||
A||-----------------|-----------------|----------------|---------------||
E||-----------------|-----------------|----------------|---------------||
Setelah pelajaran yang di atas..coba yg di bawah ini..mainkan/latihlah nada ini saat kamu sambil nonton tv..
atau lagi baca buku atau apa saja...
secara bertahap... mainkan lebih cepat saat kamu menjadi lebih baik.

setelah kamu membangun ketangkasan jari kamu,kamu sekarang dapat mulai menyerang skala dan mode,
terlihat di bawah ini adalah mode sederhana.

E||-----------------------|-----------------------|------------------12---|--13---15--||
B||-----------------------|-----------------------|--12---13---15-------|-------------||
G||-----------------------|------------12---14--|------------------------|-------------||
D||-----------------12---|--14---15------------|------------------------|-------------||
A||--12---14---15------|-----------------------|------------------------|-------------||
E||-----------------------|-----------------------|------------------------|-------------||
 sekarang mari melihat pola yang digunakan mode dan 'bermain keluar'.
,kamu bisa melakukannya pada semua scale dan mode,
ini bekerja sangat baik untuk membangun kecepatan dan ketangkasan.

E||-----------------------|-----------------------|--------------------------|
B||-----------------------|-----------------------|--------------------------|
G||-----------------------|-----------------------|--------------------------|
D||------------------12--|------------12----14-|------12----14----15---|
A||--12---14---15------|--14---15------------|--15---------------------|
E||-----------------------|-----------------------|--------------------------|

--------------------------|--------------------------|
--------------------------|--------------------------|
--------------------12---|--------------12----14--|
--12----14----15-------|--14----15--------------|
--------------------------|--------------------------|
--------------------------|--------------------------|

--------------------------|--------------------------|
--------------------12---|--------------12----13--|
--------12----14--------|--12----14--------------|
--15---------------------|--------------------------|
--------------------------|--------------------------|
--------------------------|--------------------------|

--------------------------|--------------------12---|--------------12----13----|
-----12----13----15----|--12----13----15-------|--13----15----------------|
--14---------------------|--------------------------|----------------------------|
--------------------------|--------------------------|----------------------------|
--------------------------|--------------------------|----------------------------|
--------------------------|--------------------------|----------------------------|


--------12----13----15----||
--15------------------------||
-----------------------------||
-----------------------------||
-----------------------------||
-----------------------------||
Untuk lebih jelas tentang scale (jalur melody) silahkan baca artikelnya  di sini  .
Semoga artikel Teknik Main Gitar ini bisa sedikit membantu anda dalam menentukan pola latihan yang anda pertanyakan. Teknik Main Gitar bagian 2 dan seterusnya akan saya share di waktu mendatang guna melengkapi artikel tentang Teknik Main Gitar ini. Mari belajar gitar sama-sama \m/.
 

Teknik Main Gitar

http://memberfiles.freewebs.com/12/06/55060612/photos/LA-Lights-Cool-Break/5.jpgTata Cara Cek Sound- Cek sound memang hal yang wajib di lakukan ketika kita manggung, akan tetapi sebagian besar orang tidak mengerti tata cara cek sound yang baik dan benar terutama jika anda dalam posisi sedang mengikuti sebuah festival musik. Di mata para juri, cek sound yang terlalu over atau ribut bisa mengurangi nilai karena itu sangat tidak menyenangkan untuk di dengar dan di lihat oleh orang lain (tidak sopan). Jadi bagaimana solusi agar kita tetap yakin dengan alat kita? sudah benarkah setingannya atau sudah tidak fals kah instrument yang kita mainkan?.

Berikut tata cara cek sound yang benar dan biasa di pakai oleh yang sudah berpengalaman.
  1. Jangan sekali-kali anda cek alat anda dengan menggunakan volume yang keras. Akan lebih baik jika anda meminta kepada tukang mix untuk mematikan sound luar dan hanya menggunakan sound dalam, itupun dengan volume yang asal kederan saja.

  2. Jangan buru-buru.
    Santai saja boss...yang paling penting adalah anda jangan terlalu lama, pastikan steman anda tidak fals dan coba sound anda dengan memetik gitar atau bass anda dengan lepas senar saja.

  3. Jika anda seorang Drummer, Pukulah satu persatu drum anda dari mulai senar, simbal, pedal bass dll.
    Tetapi jangan bermain seolah-olah anda mike portnoy yang gebuk sana sini tidak jelas kecuali anda sudah terkenal.

  4. Jangan saling mendahului.
    Biarkan salah seorang dari anda mengecek alatnya, kalau mau bareng lebih baik anda menggunakan tuner (jika anda di gitar maupun bass).
     
  5. Jika anda ingin show sedikit, lebih baik buatlah intro demo full band sebelum masuk ke lagu yang akan anda bawakan. Bisa dengan beberapa permainan riff atau juga dengan melody. Dengan catatan mainlah dengan kompak.

  6. Semua poin di atas bisa saja anda lupakan bila anda adalah seorang master atau artis, jika anda bukan salah satu dari itu lebih baik jika anda mengambil jalan aman sesuai dengan kebiasaan peraturan dalam cek sound di beberapa fesrival/parade band.
Sekian dari saya dan semoga artikel Tata Cara Cek Sound ini dapat bermanfa'at

Tata Cara Cek Sound

http://dark.pozadia.org/images/wallpapers/guitar-wallpaper-1024x768-951605.jpegTeknik Rhythm Untuk Backsound- Sebenarnya ada banyak sekali yang bisa kita lakukan dengan teknik dan pemahaman bermain rhythm yang bagus, karena seorang gitaris tidak akan bisa bermain dengan sempurna jika salah satu dari "4 elemen musik" belum di kuasai dengan pemahaman yang baik. Gitaris tentunya harus bisa memainkan atau sekedar memahami tentang  melodi, harmoni, irama, dan dinamika seperti yang telah saya bahas sebelumnya.

Mengingat pentingnya pemahaman tentang rhythm ini maka saya akan coba mengulas sedikit yang saya tau tentang teknik rhythm yang di gunakan untuk backsound. Dengan terus mengayunkan tangan kanan sambil sesekali bermain melodi di sela-selanya saya rasa itu perlu latihan dan waktu yang lumayan.

Dengan berlatih backsound dengan rhythm ini pula kita bisa merasakan ketukan sang drummer dan tentu saja akan sangat membantu kita dalam menjaga metronome permainan gitar kita.

Untuk lebih jelas saya gunakan video yang lagi-lagi di isi oleh idolaku, siapa lagi kalao bukan Paul Gilbert. Sebenarnya teknik ini lebih menjurus ke rock'n'roll namun tidak ada salahnya jika anda ingin nge-mix teknik ini dengan teknik yang lebih modern (dengan menggunakan variasi efek).
Inilah Teknik Rhythm Untuk Backsound

Teknik Rhythm Untuk Backsound

Tuesday, October 23, 2012

Cara Menstem Gitar Secara Online adalah dengan alat semacam ampli yang ada di situs internet. Di situs tersebut kita dapat memilih beberapa alat untuk keperluan kita seperti Tuner gitar, metronome, guitar survey, drumbot, key cords, restring a guitar dan lain-lain.

Nah dari pada penasaran terus langsung aja anda ke Online Guitar Tuner untuk Cara Menstem Gitar Secara Online. Lihat gambar di samping ! seperti yang terlihat pada gambar kita bisa memilih tipe tuning yang akan kita pakai jadi biarkan saja di standart tuning.

Anda tinggal klik nomer satu untuk menyamakan senar nomer 6 gitar anda dan begitu seterusnya sampai gitar anda benar-benar sudah di stem dengan benar.
Selamat mencoba dan semoga artikel Cara Menstem Gitar Secara Online ini dapat bermanfaat.

Cara Menstem Gitar Secara Online

Sunday, October 21, 2012

Cara Memegang gitar dan posisi duduk terbaik dalam belajar gitar itu sangatlah penting untuk mempercepat dan membuat anda rilek dalam memainkan jari jemari anda di fretbroad gitar, cara memegang dan cara duduk juga berpengaruh kepada daya jangkau jari anda dalam bermain melodi maupun untuk membentuk kunci gitar yang memerlukan bentangan jari yang jauh. Banyak sekali orang yang belum mengetahui kenapa jarinya tidak bisa maksimal bila di bentangkan yang akhirnya tidak bisa menjangkau beberapa bentuk melodi dan bentuk kunci gitar yang ingin dia mainkan. 
Pada dasarnya bentuk memegang gitar dan cara duduk dalam bermain gitar itu ada 2 varian yaitu posisi klasik dan posisi casual. Posisi klasik biasa di lakukan oleh para pemain gitar yang beraliran klasik seperti neoclasical dan flamenco/flamengo (Klasik Spanyol dan Latin). Sedangkan posisi casual lebih sering di mainkan oleh para pemain gitar yang terbilang labih modern, seperti gitaris zaman sekarang.
Secara lebih detail dari cara memegang dan duduk dalam bermain gitar adalah sebagai berikut :
  1. Cara memegang gitar klasik dan casual.

    • Klasik : Ibu jari tangan kiri akan memegang pertengahan leher gitar, posisi ini sangat menguntungkan untuk sang pemain klasik dalam menjangkau beberapa kunci gitar yang memerlukan bentangan jari karena dengan ibu jari di tempatkan di tengah leher gitar. Cara memegang seperti ini di anggap cara memegang gitar yang benar oleh kebanyakan guru gitar.
    • Casual : Ibu jari memegang lebih ke atas leher gitar, posisi ini juga tidak kalah banyak yang menggukanakan terutama oleh para pemain blus dan rock n roll. Posisi ini lebih menguntungkan buat teknik bending dari pada posisi klasik. Hal ini di terangkan langsung oleh Joe Satriani bila ingin bisa bending sampai 1 1/2 nada dan untuk melakukan vibrasi maksimal. Cara casual juga lebih terlihat nyaman bila di mainkan dalam posisi berdiri dan terlihat lebih modis namun juga di katakan cara yang salah bagi beberapa guru gitar.
      Cara klasik dan casula pegang gitar
      Sebelah kiri gaya klasik dan sebelah kanan gaya casual
  2. Cara duduk klasik dan casual.

    posisi klasik bermain gitar
    Duduk gaya klasik


    • Klasik : Posisi duduk seperti ini adalah dengan menempatkan body gitar di atas paha kiri dan posisi gitar miring beberapa derajat, biasanya kaki kiri di beri dudukan biar kaki kiri agak terangkat lebih ke atas dari kaki kanannya.
      gaya casual bermain gitar
      Duduk gaya casual
    • Casual : Kebalikan dari klasik, posisi ini adalah dengan cara menempatkan body gitar di atas paha kanan. Cara seperti ini sangat familiar dan sering di gunakan para pemula bahkan para shreder sekelas Paul Gilbert dan Andy James.
Itulah 2 varian cara memegang gitar dan posisi duduk dalam bermain gitar

Cara Memegang gitar dan posisi duduk terbaik

Lagu Noah band yang berjudul Separuh Aku sekarang ini bisa dikatakan sedang populer, untuk itu pada kesempatan kali ini saya akan coba share tentang Lirik dan Kunci Gitar Noah Band- Separuh Aku. Langsung saja bagi sobat semua yang ingin tahu lirik beserta grif gitarnya dapat di lihat di bawah ini

separuh aku - noah band

Int : Bm D G-Em A  2x

                     Bm
Dan terjadi lagi
           G              Em                A
Kisah lama yang terulang kembali
Bm                         D
      Kau terluka lagi
         Em   G                      A
Dari cinta rumit yang kau jalani

[*]
           G        A        Bm
Aku ingin kau merasa
                   D           A              Bm
Kamu mengerti aku mengerti kamu
         G        A       Bm
Aku ingin kau sadari
      Em     G           F#
Cintamu bukanlah dia

Reff 1    :
               B-D#m              G#m
Dengar laraku
             B          D#m                 E
Suara hati ini memanggil namamu
              C#m       F#
Karna separuh aku

Dirimu

Int          : Bm D G-Em A

                   Bm
Ku ada disini
          Em            G                  A
Pahamilah kau tak pernah sendiri
Bm                              D
      Karna aku slalu
          G           Em                  A
Di dekatmu saat engkau terjatuh

[**]
           G       A       Bm
Aku ingin kau merasa
                 D             A              Bm
Kamu mengerti aku mengerti kamu
G        A       Bm
Aku ingin kau pahami
      Em     G           F#
Cintamu bukanlah dia

Back to Reff 1
  
Int          : E

Reff 2    :

                B-D#m              G#m
Dengar laraku
             B          D#m                 E
Suara hati ini memanggil namamu
               C#m       F#
Karna separuh aku
                    B-D#m        G#m
Menyentuh laramu
               B                   D#m      E
Semua lukamu tlah menjadi lirihku
               C#m        F#
Karna separuh aku
                E
Dirimu
Out        : E


Lirik dan Kunci Gitar Noah Band- Separuh Aku

Jalur Melodi Cord minor- Setelah postingan saya sebelumnya tentang jalur melodi pada gitar yang membahas tentang jalur melodi pada cord C mayor, kali ini saya akan share kepada kalian jalur melodi pada cord C minor, untuk selanjutnya kalian bisa menggunakan jalur melodi ini pada kunci minor lainnya menurut jarak nada yang sudah ditentukan, jarak nada pada jalur minor :  1 – ½ - 1 – 1 – ½ - 1
Untuk lebih jelasnya lihat jalur melodi minor pada Cord C pada gambar ini.

Jalur Melodi Cord minor

Saya sebut jalur melodi, karena jalur ini yang digunakan untuk memainkan melodi agar berirama dengan lagu yang diiringi. Di setiap kunci pada gitar mempunyai jarur melodi yang berbeda beda, jalur melodi itu sendiri juga mempunyai banyak jenisnya dan juga berbeda beda tentunya .
      Saya ambil contoh jalur melodi pada kunci c. Pada kunci c mempunyai banyak jalur melodi contohnya : mayor scale, pentatonic mayor, blues mayor, minor , melodic minor, harmonic minor, pentatonic minor, blues minor, augmented, be-bop, Chromatic, whole-half, whole tone, augmented-fifth, algerian, arabian, balinese, bartox, bizantine, chinese, egyptian, enigmatic, spanish, Ethiopian, Gypsy, hungarian gypsy, iwato, japanese,javanese, jewish, hawaiian, hungarian minor, hungarian major, oriental, overtone, mixolidian, jazz minor, blus mode, major arpeggio, minor arpeggio, major 7th major arpeggio, major7th minor arpeggio , dan masih banyak lainnya . pada penggunaan jalur melodic agar seirama dengan lagu harus disesuaikan dengan jenis lagu , contohnya untuk jalur melodic arabian ( seperti yang saya sebutkan diatas ) akan cocok jika dimainkan dengan lagu yang bertemakan arabian. begitu juga seperti lagu blues jika yang digunakan jalur melodic arabian mungkin lagu yang dibawakan tidak akan bernada blues. Dan begitu juga pada jalur melodic lainnya .
                Dibawah ini akan saya beri contoh salah satu jalur melodi, yaitu jalur c mayor . lihat pada gambar di bawah ini

    Urutan dan jarak tangga nada pada jalur C mayor adalah C – D  - E – F – G – A – B – C  jaraknya : 1 – 1 – ½ - 1 – 1 – 1 - 1 – ½  yang bunyinya menjadi  do – re – mi  -fa – so – la – si – do’ . terus sampai kembali ke nada DO lagi. Dan kira kira bagian jalur melodi C seperti pada gambar diatas .
                Itu tadi adalah salah satu jalur nada pada cord C dan masih banyak lainnya , demikian dari saya semoga bermanfaat .

Jalur melodi pada gitar

Pada kesempatan kali ini saya akan share kepada kalian tentang teknik memetik gitar, teknik memetik gitar ada dua, teknik memetik gitar akustik, dan gitar elektrik . kali ini saya hanya membahas tentang teknik memetik gitar elektrik. memetik gitar elektrik ada 2 istilah : 

       1. Picking , memetik satu senar dan dipetik secara bergantian .
       2.  Strumming, memetik beberapa senar gitar pada waktu yang bersamaan.
Pada gitar elektrik biasanya para gitaris menggunakan alat bantu pick untuk memetik gitar. Dalam konteks teknik picking gitar elektrik ada beberapa teknik yang sering dibicarakan diantaranya downstroke, upstrokre, alternative picking, sweep picking, tremolo picking.
  1.       Downstroke : cara memetik senar dari atas ke bawah.
  2.   .   Upstroke : kebalikan dari “downstroke” cara memetik dari bawah ke atas.
  3.     Alternate picking : gabungan dari “downstroke” dan “upstroke” atau “Upstroke” dan “Downstroke” teknik ini dengan pola down-up(turun naik) atau up-down(naik turun) pada satu senar. Bisa juga lebih dari satu senar, tapi pengertian dasarnya adalah pick pada satu senar. Teknik ini biasa dipakai para gitaris untuk picking cepat dan juga bermanfaat untuk mengurangi cepat lelahnya tangan akibat dari memainkan jumlah not yang banyak dengan kecepatan tinggi.
  4.    .  Alternate picking masuk kategori right hand techniques. Latihan awal-nya pelan dulu, terus makin lama naikkan temponya semakin cepat, sambil tangan kiri fretting dimanapun pada fret gitar atau los senar juga bisa.
  5.      Sweep picking : gerakan sapuan, menggunakan pick untuk menghasilkan suara yang cepat dan mengalir, dari atas kebawah atau sebaliknya, bisa dipakai untuk memainkan arpeggio.
  6.    .  Tremolo picking : satu not dimainkan cepat dan berulang – ulang.
Teknik tersebut sering dipakai dalam picking gitar electrik. Jika kalian masih bingung  lihat gambar dibawah ini .
Kita akan latihan teknik alternative picking pada senar nomer 6. Untuk pertama kali petiklah senar dari atas kebawah satu kali ( ini dinamakan downstroke ), kemudian petik senar dari bawah ke atas satu kali ( ini dinamakan Upstroke ), kemudian kita gabungkan downstroke dan upstroke ( ini dinamakan ALternate picking ) .Nah setelah itu kita praktikkan seperti pada gambar diatas. Pada gambar diatas terdapat nomer untuk penempatan letak jari kirimu . tekan jarimu sesuai dengan urutan nomer diatas, mulai dari 1 – 2 – 3 - 4 sesuai dengan fred pada nomer secara bergantian. Setiap satu nomer ditekan, petik senar 4 kali ( downstroke – upstroke – downstroke – stroke ) , turun – naik – turun – naik . dari nomer 1, nomer 2, nomer3, nomer4, lalu kembali lagi ke senar nomer 1 dan seterusnya . jika kamu rasa sudah cukup lancar lakukan lagi di senar yang berbeda.

Untuk gitaris pemula biasanya hanya bisa menggunakan teknik “Downstroke” saja. Karena teknik alternate picking lumayan sulit dipraktikkan, padahal teknik alternate picking lebih efektif daripada downstroke picking saja. Coba kita bandingkan kedua teknik tersebut. Petik senar 6 seperti gambar diatas menggunakan alternate picking .
Nomer 1 : downstroke
Nomer 2 : upstroke
Nomer 3 : downstroke
Nomer 4 : upstroke
Dan bandingkan dengan teknik downstroke saja, tekan fred nomer 1, nomer 2, nomer 3, nomer 4 dan petik mengguankan downstroke, turun , turun, turun , turun . bagaimana lebih mudah menggunakan alternate picking bukan.
Sekian dulu trik2 dari saya, untuk teknik sweeping dan tremolo akan saya tulis pada postingan selanjutnya.

Selamat mencoba…..!!

Teknik memetik gitar Picking

http://akhmadalhasni.files.wordpress.com/2012/07/maaaf.jpeg?w=215Memaafkan Kesalahan dan Mengubur Dendam- Waktu terus berputar dan beragam peristiwa ikut mengiringi derap langkah kehidupan manusia. Adalah kenyataan bahwa problematika hidup bermasyarakat sangatlah kompleks. Yang demikian itu karena masyarakat berikut seluruh lapisannya memiliki karakter dan kepribadian yang tidak sama.
Demikian pula tingkat pemahaman tentang agama dan kesiapan untuk menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari pun sangat beragam. Oleh sebab itu, masing-masing individu hendaknya memiliki kesiapan jiwa yang bisa menjadi bekal menghadapi keadaan apapun dengan tepat. Di antaranya adalah sikap tabah dan lapang dada yang didukung oleh ilmu syariat. Bisa dikatakan, secara umum orang itu siap untuk dipuji dan diberi, namun sangat berat jika dicela dan dinodai. Di sinilah ujian, apakah seseorang mampu menguasai dirinya saat pribadinya disinggung dan haknya ditelikung. Dalam Al-Qur’an, Allah l memuji orang-orang yang mampu menahan amarahnya seperti firman-Nya:
“Dan orang-orang yang menahan amarahnya.” (Ali ’Imran: 134)
Demikian pula Rasulullah n telah menegaskan bahwa orang yang mampu menahan dirinya di saat marah dia sejatinya orang yang kuat. Rasulullah n bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيْدُ باِلصُّرْعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
“Orang yang kuat bukan yang banyak mengalahkan orang dengan kekuatannya. Orang yang kuat hanyalah yang mampu menahan dirinya di saat marah.” (HR. Al-Bukhari no. 6114)

Memaafkan
Adalah amalan yang sangat mulia ketika seseorang mampu bersabar terhadap gangguan yang ditimpakan orang kepadanya serta memaafkan kesalahan orang padahal ia mampu untuk membalasnya. Gangguan itu bermacam-macam bentuknya. Adakalanya berupa cercaan, pukulan, perampasan hak, dan semisalnya. Memang sebuah kewajaran bila seseorang menuntut haknya dan membalas orang yang menyakitinya. Dan dibolehkan seseorang membalas kejelekan orang lain dengan yang semisalnya. Namun alangkah mulia dan baik akibatnya bila dia memaafkannya. Allah l berfirman:
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Asy-Syura: 40)
Ayat ini menyebutkan bahwa tingkat pembalasan ada tiga:
Pertama: Adil, yaitu membalas kejelekan dengan kejelekan serupa, tanpa menambahi atau mengurangi. Misalnya jiwa dibalas dengan jiwa, anggota tubuh dengan anggota tubuh yang sepadan, dan harta diganti dengan yang sebanding.1
Kedua: Kemuliaan, yaitu memaafkan orang yang berbuat jelek kepadanya bila dirasa ada perbaikan bagi orang yang berbuat jelek. Ditekankan dalam pemaafan, adanya perbaikan dan membuahkan maslahat yang besar. Bila seorang tidak pantas untuk dimaafkan dan maslahat yang sesuai syariat menuntut untuk dihukum, maka dalam kondisi seperti ini tidak dianjurkan untuk dimaafkan.
Ketiga: Zalim yaitu berbuat jahat kepada orang dan membalas orang yang berbuat jahat dengan pembalasan yang melebihi kejahatannya. (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman hal. 760, cet. Ar-Risalah)

Kedudukan yang mulia
Memaafkan kesalahan orang acapkali dianggap sebagai sikap lemah dan bentuk kehinaan, padahal justru sebaliknya. Bila orang membalas kejahatan yang dilakukan seseorang kepadanya, maka sejatinya di mata manusia tidak ada keutamaannya. Tapi di kala dia memaafkan padahal mampu untuk membalasnya, maka dia mulia di hadapan Allah l dan manusia.
Berikut beberapa kemuliaan dari memaafkan kesalahan.
1. Mendatangkan kecintaan
Allah l berfirman dalam surat Fushshilat ayat 34-35:
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Dan sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (Fushshilat: 34-35)
Ibnu Katsir t menerangkan: “Bila kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek kepadamu maka kebaikan ini akan menggiring orang yang berlaku jahat tadi merapat denganmu, mencintaimu, dan condong kepadamu sehingga dia (akhirnya) menjadi temanmu yang dekat. Ibnu ‘Abbas c mengatakan: ‘Allah l memerintahkan orang beriman untuk bersabar di kala marah, bermurah hati ketika diremehkan, dan memaafkan di saat diperlakukan jelek. Bila mereka melakukan ini maka Allah l menjaga mereka dari (tipu daya) setan dan musuh pun tunduk kepadanya sehingga menjadi teman yang dekat’.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim 4/109)

2. Mendapat pembelaan dari Allah l
Al-Imam Muslim t meriwayatkan hadits Abu Hurairah z bahwa ada seorang laki-laki berkata: ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku punya kerabat. Aku berusaha menyambungnya namun mereka memutuskan hubungan denganku. Aku berbuat kebaikan kepada mereka namun mereka berbuat jelek. Aku bersabar dari mereka namun mereka berbuat kebodohan terhadapku.” Maka Rasulullah n bersabda:
لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ
“Jika benar yang kamu ucapkan maka seolah-olah kamu menebarkan abu panas kepada mereka. Dan kamu senantiasa mendapat penolong dari Allah l atas mereka selama kamu di atas hal itu.” (HR. Muslim)

3. Memperoleh ampunan dan kecintaan dari Allah l
Allah l berfirman:
“Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (At-Taghabun: 14)
Adalah Abu Bakr z dahulu biasa memberikan nafkah kepada orang-orang yang tidak mampu, di antaranya Misthah bin Utsatsah. Dia termasuk famili Abu Bakr dan muhajirin. Di saat tersebar berita dusta seputar ‘Aisyah binti Abi Bakr istri Nabi n, Misthah termasuk salah seorang yang menyebarkannya. Kemudian Allah l menurunkan ayat menjelaskan kesucian ‘Aisyah dari tuduhan kekejian. Misthah pun dihukum dera dan Allah l memberi taubat kepadanya. Setelah peristiwa itu, Abu Bakr z bersumpah untuk memutuskan nafkah dan pemberian kepadanya. Maka Allah l menurunkan firman-Nya:
“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (An-Nur: 22)
Abu Bakr z mengatakan: “Betul, demi Allah. Aku ingin agar Allah l mengampuniku.” Lantas Abu Bakr z kembali memberikan nafkah kepada Misthah z. (lihat Shahih Al-Bukhari no. 4750 dan Tafsir Ibnu Katsir 3/286-287)
Nabi n bersabda:
“Sayangilah –makhluk– maka kamu akan disayangi Allah l, dan berilah ampunan niscaya Allah l mengampunimu.” (Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 293)
Al-Munawi t berkata: “Allah l mencintai nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya yang di antaranya adalah (sifat) rahmah dan pemaaf. Allah l juga mencintai makhluk-Nya yang memiliki sifat tersebut.” (Faidhul Qadir 1/607)
Adapun Allah l mencintai orang yang memaafkan, karena memberi maaf termasuk berbuat baik kepada manusia. Sedangkan Allah l cinta kepada orang yang berbuat baik, sebagaimana firman-Nya:
“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah l menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali ‘Imran: 134)

4. Mulia di sisi Allah l maupun di sisi manusia
Suatu hal yang telah diketahui bahwa orang yang memaafkan kesalahan orang lain, disamping tinggi kedudukannya di sisi Allah l, ia juga mulia di mata manusia. Demikian pula ia akan mendapat pembelaan dari orang lain atas lawannya, dan tidak sedikit musuhnya berubah menjadi kawan. Nabi n bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ
“Shadaqah –hakikatnya– tidaklah mengurangi harta, dan tidaklah Allah l menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati (tawadhu’) karena Allah l melainkan diangkat oleh Allah l.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah z)

Kapan memaafkan itu terpuji?
Seseorang yang disakiti oleh orang lain dan bersabar atasnya serta memaafkannya padahal dia mampu membalasnya maka sikap seperti ini sangat terpuji. Nabi n bersabda (yang artinya): “Barangsiapa menahan amarahnya padahal dia mampu untuk melakukan –pembalasan– maka Allah l akan memanggilnya di hari kiamat di hadapan para makhluk sehingga memberikan pilihan kepadanya, bidadari mana yang ia inginkan.” (Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3394)
Demikian pula pemaafan terpuji bila kesalahan itu berkaitan dengan hak pribadi dan tidak berkaitan dengan hak Allah l. ‘Aisyah x berkata: “Tidaklah Rasulullah n membalas atau menghukum karena dirinya (disakiti) sedikit pun, kecuali bila kehormatan Allah l dilukai. Maka beliau menghukum dengan sebab itu karena Allah l.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, tidaklah beliau disakiti pribadinya oleh orang-orang Badui yang kaku perangainya, atau orang-orang yang lemah imannya, atau bahkan dari musuhnya, kecuali beliau memaafkan. Ada orang yang menarik baju Nabi n dengan keras hingga membekas pada pundaknya. Ada yang menuduh Nabi n tidak adil dalam pembagian harta rampasan perang. Ada pula yang hendak membunuh Nabi n namun gagal karena pedang terjatuh dari tangannya. Mereka dan yang berbuat serupa dimaafkan oleh Nabi n. Ini semua selama bentuk menyakitinya bukan melukai kehormatan Allah l dan permusuhan terhadap syariat-Nya. Namun bila menyentuh hak Allah l dan agamanya, beliau pun marah dan menghukum karena Allah l serta menjalankan kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar. Oleh karena itu, beliau melaksanakan cambuk terhadap orang yang menuduh istri beliau yang suci berbuat zina. Ketika menaklukkan kota Makkah, beliau memvonis mati terhadap sekelompok orang musyrik yang dahulu sangat menyakiti Nabi karena mereka banyak melukai kehormatan Allah l. (disarikan dari Al-Adab An-Nabawi hal. 193 karya Muhammad Al-Khauli)
Kemudian, pemaafan dikatakan terpuji bila muncul darinya akibat yang baik, karena ada pemaafan yang tidak menghasilkan perbaikan. Misalnya, ada seorang yang terkenal jahat dan suka membuat kerusakan di mana dia berbuat jahat kepada anda. Bila anda maafkan, dia akan terus berada di atas kejahatannya. Dalam keadaan seperti ini, yang utama tidak memaafkan dan menghukumnya sesuai kejahatannya sehingga dengan ini muncul kebaikan, yaitu efek jera. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah t menegaskan: “Melakukan perbaikan adalah wajib, sedangkan memaafkan adalah sunnah. Bila pemaafan mengakibatkan hilangnya perbaikan berarti mendahulukan yang sunnah atas yang wajib. Tentunya syariat ini tidak datang membawa hal yang seperti ini.” (lihat Makarimul Akhlaq karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin hal. 20)

Faedah
Ada masalah yang banyak dilakukan orang dengan tujuan berbuat baik, misalnya kala seseorang mengemudikan kendaraannya lalu menabrak seseorang hingga meninggal. Kemudian keluarga korban datang dan menggugurkan diyat (tebusan) dari pelaku kecelakaan. Apakah perbuatan mereka menggugurkan tebusan termasuk perkara terpuji, atau dalam hal ini perlu ada perincian?
Dalam masalah ini, yang benar ada perincian, yaitu melihat kondisi orang yang menabrak. Apakah dia termasuk orang yang ugal-ugalan dan tidak peduli siapa pun yang dia tabrak? Bila seperti ini, yang utama adalah tidak dimaafkan agar memunculkan efek jera. Juga agar manusia selamat dari kejahatannya. Tetapi bila yang menabrak orangnya baik dan sudah berhati-hati serta mengemudikan kendaraannya dengan stabil, maka di sini pun ada perincian:
1. Bila si korban punya utang yang tidak bisa dibayar kecuali dengan uang tebusan maka bagi ahli waris tidak ada hak untuk menggugurkan tebusan.
2. Bila si korban tidak punya utang namun dia punya anak-anak yang masih kecil dan belum mampu usaha, maka tidak ada hak bagi ahli waris untuk memaafkan pelaku.
Bila dua keadaan ini tidak ada, maka memaafkan lebih utama. (disarikan dari Kitabul ‘Ilmi hal. 188-189 karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin t)

Manusia-manusia pilihan
Orang yang mulia selalu menghiasi dirinya dengan kemuliaan dan selalu berusaha agar dalam hatinya tidak bersemayam sifat-sifat kejelekan. Para Nabi Allah l merupakan teladan dalam hal memaafkan kesalahan orang. Misalnya adalah Nabi Yusuf q. Beliau telah disakiti oleh saudara-saudaranya sendiri dengan dilemparkan ke dalam sumur, lantas dijual kepada kafilah dagang sehingga berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan menanggung penderitaan yang tiada taranya. Namun Allah l berkehendak memuliakan hamba-Nya melalui ujian ini. Allah l pun mengangkat kedudukan Nabi Yusuf q sehingga menjadi bendahara negara di Mesir kala itu. Semua orang membutuhkannya, tidak terkecuali saudara-saudaranya yang dahulu pernah menyakitinya. Tatkala mereka datang ke Mesir untuk membeli kebutuhan pokok mereka, betapa terkejutnya saudara-saudara Nabi Yusuf q ketika tahu bahwa Nabi Yusuf q telah diangkat kedudukannya sebegitu mulianya. Mereka pun meminta maaf atas kesalahan mereka selama ini. Nabi Yusuf q memaafkannya dan tidak membalas. Beliau q mengatakan:
“Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kalian, mudah-mudahan Allah mengampuni (kalian), dan Dia adalah Maha penyayang di antara para Penyayang.” (Yusuf: 92)
Demikian pula Nabi Musa dan Nabi Khidhir e, ketika keduanya melakukan perjalanan dan telah sampai pada penduduk suatu negeri. Keduanya meminta untuk dijamu oleh penduduk negeri itu karena mereka adalah tamu yang punya hak untuk dijamu. Namun penduduk negeri itu tidak mau menjamu. Ketika keduanya berjalan di negeri itu, didapatkannya dinding rumah yang hampir roboh, maka Nabi Khidhir q menegakkan dinding tersebut.
Adapun Nabi Muhammad n, beliau adalah manusia yang terdepan dalam segala kebaikan. Pada suatu ketika ada seorang wanita Yahudi memberi hadiah kepada Nabi n berupa daging kambing. Nabi n tidak tahu ternyata daging itu telah diberi racun. Nabi n pun memakannya. Setelah itu Nabi n diberi tahu bahwa daging itu ada racunnya. Nabi n berbekam dan dengan seizin Allah l beliau tidak meninggal. Wanita tadi dipanggil dan ditanya maksud tujuannya. Ternyata dia ingin membunuh Nabi n. Maka Nabi n memaafkan dan tidak menghukumnya. (Bisa dilihat di Shahih Al-Bukhari no. 2617 dan Zadul Ma’ad 3/298)
Wallahu a’lam.

Memaafkan Kesalahan dan Mengubur Dendam


http://manuskripkesunyian.files.wordpress.com/2010/05/di-balik-kesulitan-ada-kemudahan.jpg?w=343&h=253Kemudahan Setelah Kesulitan - Setiap orang yang hidup di dunia ini tentu akan melewati beragam peristiwa. Perubahan keadaan adalah suatu kepastian karena dunia hanya persinggahan sementara. Hakikat ini harus kita pahami agar kita tidak lupa diri kala memperoleh kenikmatan duniawi dan tidak pula berlarut-larut dalam kesedihan atas materi yang luput kita dapatkan. Allah l berfirman:
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (al-Hadid: 22—23)
Sungguh, berhadapan dengan kenyataan yang pahit dan berbagai problem yang mengimpit dirasa berat oleh jiwa. Manusia pun berbeda-beda dalam menyikapinya. Seorang mukmin sejati akan menghadapinya dengan penuh keteguhan hati, sedangkan orang kafir atau yang lemah imannya—karena tidak memiliki pegangan keyakinan yang kuat—akan terombang-ambing dan salah jalan. Di antara mereka ada yang bunuh diri atau mendatangi dukun dan paranormal. Ada pula yang menempuh cara-cara sadis seperti membunuh, memukul, dan merampok.
Peristiwa Dahsyat Menyingkap Jatidiri
Dalam kondisi biasa dan tidak ada masalah, kepribadian seseorang terkadang sulit untuk diketahui. Dalam keadaan yang serba sulit akan muncullah jatidirinya yang sesungguhnya. Allah l berfirman:
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (al-Ankabut: 2—3)
Dalam surat al-Baqarah, Allah l menyebutkan tekad dan semangat para pembesar Bani Israil untuk memerangi musuh mereka yang jahat, yaitu Raja Jalut dan pasukannya. Mereka meminta kepada nabi mereka setelah wafatnya Nabi Musa q agar diangkat seorang raja yang akan memimpin mereka berperang. Permintaan mereka dikabulkan dan diangkatlah Thalut sebagai raja mereka. Ketika mereka berangkat berperang, di tengah perjalanan kesabaran mereka mulai melemah. Puncaknya adalah ketika mereka berhadapan langsung dengan pasukan musuh. Semangat yang tadinya membara kini tinggal cerita. Kebanyakan mereka mundur. Hanya sedikit yang teguh menghadapi musuh. (lihat pada al-Baqarah ayat 246—249)
Oleh karena itu, Rasulullah n melarang umatnya mengharap-harap datangnya musuh dan bala’ (bencana). Beliau n bersabda:
لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاصْبِرُوْا
“Jangan kamu mengharap-harap bertemu dengan musuh. (Akan tetapi,) bila kamu bertemu dengan mereka maka bersabarlah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Al-Munawi t menerangkan, “Berjumpa dengan musuh adalah urusan terberat yang dirasakan oleh jiwa. Urusan yang belum tampak tidak seperti yang sudah terlihat nyata. Ketika yang dinanti-nanti menjadi kenyataan, tidak mustahil yang terjadi adalah kebalikan dari yang diharapkan. (Faidhul Qadir 6/504)
Tidak Putus Asa
Kondisi sulit yang berlarut-larut bisa menyeret kepada sikap pesimis atau berputus asa dari rahmat Allah l. Bila keadaan seorang sampai pada taraf ini, dia telah terhinggapi sifat kekufuran. Allah l berfirman:
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf: 87)
Kekafiran yang ada pada mereka menjadikan mereka menganggap jauh rahmat Allah l, sehingga rahmat-Nya pun menjauh. Oleh karena itu, kita dilarang meniru mereka. Ayat ini menunjukkan bahwa seseorang memiliki sikap berharap sesuai dengan kadar keimanannya.
Seorang yang mengetahui luasnya rahmat Allah l tentu tak akan terhinggapi sikap pesimis. Bahkan, dia yakin bahwa setiap ada kesulitan pasti akan datang kemudahan setelahnya. Allah l berfirman:
“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (ath-Thalaq: 7)
Dahulu ada seseorang yang biasa menyewakan bighal (peranakan kuda dengan keledai) dari Damaskus ke negeri az-Zubdani. Ketika ia melakukan perjalanan, ada seseorang yang menemaninya. Di tengah perjalanan, di tempat yang sepi dan jauh dari lalu lalangnya manusia, orang yang menemaninya justru ingin merampok hartanya dan membunuhnya. Setelah orang itu diingatkan dengan Allah l dan azab-Nya namun tetap pada tekadnya untuk membunuh, akhirnya dia pasrah. Ia meminta waktu untuk shalat dua rakaat sebelum dibunuh. Ketika ia berdiri shalat tak ada satu ayat pun yang bisa keluar dari lisannya karena dahsyatnya keadaan. Selang beberapa saat, keluar dari lisannya ayat:
“Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (an-Naml: 62)
Lalu, dia melihat seorang penunggang kuda membawa tombak mendatanginya dengan cepat. Setelah dekat, orang itu langsung menombak si perampok tersebut hingga mati. Orang itu ditanya, “Siapa kamu?” Dia menjawab, “Aku adalah utusan Dzat yang mengabulkan doa orang yang kesulitan.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, surat an-Naml ayat 62, 3/383)
Jalan Keluar dari Kesulitan
Penderitaan yang dialami manusia dengan beragam bentuknya bukan berarti tidak ada penyelesaiannya. Allah l lebih sayang terhadap hamba-Nya daripada si hamba terhadap dirinya sendiri. Ada jalan keluar yang terbaik bagi seseorang sehingga terlepas dari malapetaka yang sudah menimpa atau menangkal musibah yang akan turun. Di antaranya:
1. Mendekatkan diri kepada Allah l dengan menjalankan ketaatan dan meninggalkan hal-hal yang mendatangkan kemurkaan Allah l. Ini sebagaimana firman-Nya:
“Sesungguhnya rahmat Allah l amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (al-A’raf: 56)
2. Memperbanyak tobat dan istighfar kepada Allah l, karena umumnya petaka yang menimpa disebabkan kemaksiatan dan dosa. Orang yang beristighfar dan mengakui kesalahan akan memperoleh kucuran rahmat dan rezeki dari arah yang tidak terduga. Allah l berfirman menyebutkan ucapan Nabi Nuh q kepada kaumnya:
Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Rabbmu—sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun—, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun serta mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh: 10—12)
3. Memperkenalkan diri kepada Allah l ketika dalam keadaan lapang, dengan selalu menjaga batasan-batasan-Nya dan menunaikan hak-Nya. Disebutkan dalam hadits Qudsi:
وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ … وَلَئِنْ سَأَلنَِيِ لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيْذَنَّهُ
“Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya … Apabila ia meminta kepada-Ku niscaya Aku akan memberinya, dan apabila ia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku akan melindunginya.” (HR. al-Bukhari no. 6502)
Adh-Dhahak bin Qais t berkata, “Ingatlah kamu kepada Allah l di saat senang, niscaya Ia mengingatmu di saat sulit. Sungguh, dahulu Nabi Yunus q selalu ingat Allah l, sehingga tatkala ia ditelan ikan, Allah l menyelamatkan beliau. Allah l berfirman:
“Maka sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” (ash-Shaffat: 143—144)
Adapun Fir’aun adalah seorang yang melampaui batas dan tidak mengingat Allah l. Ketika tenggelam, ia berkata, “Aku beriman sekarang.” Allah l pun berfirman:
“Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Yunus: 91)
Disebutkan dalam hadits yang masyhur tentang tiga orang yang masuk ke dalam goa lalu pintu goa itu tertutup oleh batu besar. Kemudian Allah l menyelamatkan mereka dengan menggeser batu itu hingga mereka bisa keluar. Allah l mengabulkan doa mereka karena mereka memiliki simpanan amal kebaikan di saat lapang. Amalan-amalan mereka adalah berbakti kepada kedua orang tua, meninggalkan kekejian padahal mampu melakukannya, dan menunaikan amanah atau menjaga titipan orang. (lihat kitab Nurul Iqtibas karya Ibnu Rajab t)
Demikian pula seperti yang Nabi n sebutkan dalam hadits:
وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Dan barang siapa memudahkan orang yang kesulitan maka Allah l mudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah l akan tutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Allah l akan membantu seorang hamba selama hamba mau membantu saudaranya.” (HR. Muslim)
4. Memohon kepada Allah l dan mengarahkan hati hanya kepada-Nya. Allah l berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (al-Baqarah: 186)
Pintu Allah l selalu terbuka bagi hamba yang menghendaki-Nya meskipun seluruh pintu dan jalan yang selain-Nya tertutup.
Dahulu, sekelompok orang musyrik berlayar di lautan. Perahu yang mereka naiki diombang-ambingkan oleh gelombang laut yang dahsyat. Lalu mereka berdoa kepada Allah l dengan setulus hati mereka dan mencampakkan segala yang mereka sembah selain Allah l. Allah l pun mengabulkan permintaan mereka, meskipun setelah tiba di daratan mereka kembali menyekutukan Allah l. Jika doa mereka dikabulkan padahal mereka musyrikin, tentu orang yang beriman lebih mulia. Intinya hanyalah seseorang benar-benar mengarahkan permohonannya kepada Allah l serta membuang jauh-jauh ketergantungan kepada selain-Nya.
Rahasia di Balik Datangnya Kemudahan setelah Kesulitan yang Dahsyat
- Kesulitan yang telah sampai puncaknya menjadikan seseorang tidak lagi bergantung kepada makhluk, sehingga hanya kepada Allah l dia bergantung. Apabila seseorang hanya bersandar kepada Allah l, permohonannya akan dikabulkan dan kesulitannya akan dihilangkan. Allah l berfirman:
“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (ath-Thalaq: 3)
- Apabila dahsyatnya petaka telah meliputi seorang hamba, dia harus berupaya keras untuk memerangi godaan setan yang membisikkan sikap putus asa dari rahmat Allah l. Balasan atas upaya keras untuk menepis godaan setan ini adalah dilepaskannya ia dari malapetaka. Bentuk godaan setan tersebut di antaranya adalah agar seseorang meninggalkan berdoa bila tak kunjung dikabulkan.
Nabi n bersabda:
يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي
“Dikabulkan (doa) salah seorang kalian selagi tidak tergesa-gesa, (dengan) ia mengatakan, ‘Aku telah berdoa namun tidak kunjung dikabulkan’.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab ad-Da’awat dan Muslim dalam adz-Dzikru wad Du’a)
- Apabila seorang mukmin melihat kesulitannya tidak kunjung selesai dan hampir berputus asa—setelah sering memohon kepada Allah l—hal ini akan membuahkan sikap introspeksi diri. Dia menyadari bahwa doanya belum dijawab karena hatinya masih kotor. Perasaan seperti ini mendorongnya untuk bersimpuh hati secara total di hadapan Allah l serta mengakui bahwa permohonannya belum pantas dikabulkan. Dengan demikian, dia akan cepat dilepaskan dari malapetaka. (lihat kitab Nurul Iqtibas karya Ibnu Rajab t bersama al-Jami’ al-Muntakhab, hlm. 212—213)
Buah Kesabaran
Semua orang, baik mukmin maupun kafir, pasti mengalami cobaan hidup. Hanya saja, orang yang beriman berbeda dengan orang kafir dalam menyikapinya. Masa-masa sulit yang dialaminya dia hadapi dengan keteguhan hati, ridha terhadap ketentuan Allah l, dan berbaik sangka kepada-Nya. Adalah Nabi Ya’qub q diuji oleh Allah l dengan terpisahnya ia dari anak yang sangat dicintainya, yaitu Nabi Yusuf q dan saudaranya. Berpuluh-puluh tahun Nabi Ya’qub q menahan penderitaan hidup. Akan tetapi, ia tidak pernah berputus asa. Dia berkata kepada anak-anaknya:
“Pergilah kalian, carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (Yusuf: 87)
Beliau juga berkata dengan penuh harapan:
“Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku.” (Yusuf: 83)
Allah l mewujudkan harapan Ya’qub q. Allah l pun mempertemukan bapak dan anak yang saling merindukan ini.
Kisah orang-orang yang dilepaskan dari penderitaan hidup, baik umat terdahulu maupun di umat ini, telah banyak dibukukan. Di antaranya kitab al-Faraju Ba’da asy-Syiddah dan Mujabid Da’wah karya al-Imam Ibnu Abid Dunya t. Demikian pula kitab-kitab yang menyebutkan tentang karamah para wali yang ditulis oleh ulama Ahlus Sunnah dan kitab-kitab sejarah.
Hal ini membuktikan bahwa Allah l mendengarkan rintihan hamba-Nya serta melepaskan penderitaan orang yang hanya bergantung kepada-Nya.
Wallahu a’lam bish-shawab.(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc.)

Kemudahan Setelah Kesulitan

http://1.bp.blogspot.com/--kvZkIyk4Qw/T7NQ0jvlW0I/AAAAAAAAAR8/b74NFLstXmM/s1600/cemburu.jpg
Cemburu merupakan tabiat wanita. Ini juga dialami para istri Rasulullah n dan sahabiyyah yang lain. Namun tentu saja, kecemburuan ini tidak serta-merta membutakan hati mereka. Bagaimana dengan kita?
Cemburu tak hanya milik lelaki, tapi juga milik kaum wanita. Bahkan, wanitalah yang dominan memiliki sifat yang satu ini karena merupakan tabiatnya. Perasaan cemburu ini paling banyak muncul pada pasangan suami-istri. (Fathul Bari, 9/384)
Oleh karena itu, semestinya hal ini menjadi perhatian seorang suami. Sehingga ia tidak serampangan dalam meluruskan ‘kebengkokan’ sang istri dan dapat memaklumi tabiat wanita ini selama dalam batasan yang wajar. Apalagi pada hakikatnya, kecemburuan istri terhadap suaminya bukan merupakan hal yang tercela. Bahkan menjadi tanda adanya rasa cinta di hatinya. Tentunya selama tidak melampaui batasan syariat.
Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani t, asal dari sifat cemburu bukanlah hasil usaha si wanita, namun wanita memang diciptakan dengan sifat tersebut. Namun, bila cemburu itu melampaui batas dari kadar yang semestinya, maka menjadi tercela. Bila seorang wanita cemburu terhadap suaminya karena sang suami melakukan perbuatan yang diharamkan seperti berzina, mengurangi haknya, atau berbuat zalim dengan mengutamakan madunya (yaitu istri yang lain, bila si suami memiliki lebih dari satu istri), kata al-Hafizh t, cemburu semacam ini disyariatkan (dibolehkan).
Dengan syarat, hal ini pasti dan ada bukti (tidak sekadar tuduhan dan kecurigaan). Bila cemburu itu hanya didasari sangkaan, tanpa bukti, maka tidak diperkenankan. Adapun bila si suami seorang yang adil dan telah menunaikan hak masing-masing istrinya, tapi masih tersulut juga kecemburuan maka ada udzur bagi para istri tersebut (yakni dibolehkan) bila cemburunya sebatas tabiat wanita yang tidak ada seorang pun dari mereka dapat selamat darinya. Tentu dengan catatan, ia tidak melampaui batas dengan melakukan hal-hal yang diharamkan baik berupa ucapan ataupun perbuatan. (Fathul Bari, 9/393)
Cemburu Melebihi Batas
Adakalanya kecemburuan seorang istri terhadap suaminya sangat berlebihan. Di benaknya seolah hanya ada sifat curiga. Bahkan tak jarang ia melemparkan prasangka buruk kepada suaminya dan tidak bisa menerima kenyataan bila suaminya memiliki istri yang lain.
Yang ironis adalah bila ada istri yang mengalami hal ini kemudian tidak dapat menahan diri dari perkara yang Allah l haramkan, seperti lari ke “orang pintar.” Dengan bantuan tukang tenung atau tukang sihir, ia berharap suaminya membenci madunya dan hanya mencintai dirinya. Padahal perbuatan sihir merupakan perbuatan kekufuran yang diharamkan, sebagaimana Allah l nyatakan dalam firman-Nya:
“Dan mereka (orang-orang Yahudi) mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman1 (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidaklah kafir2 akan tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedangkan keduanya tidaklah mengajarkan sesuatu kepada seorang pun sebelum keduanya mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanyalah cobaan bagimu, karena itu janganlah engkau berbuat kekafiran.’ Maka mereka mempelajari sihir dari keduanya yang dengannya mereka dapat memisahkan antara suami dengan istrinya. Tidaklah mereka dapat memberi mudarat kepada seorang pun dengan sihir tersebut kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepada mereka dan tidak memberi manfaat. Sungguh mereka telah mengetahui bahwa barang siapa yang menjual agamanya (menukarnya) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat. Betapa jelek perbuatan mereka menjual diri mereka dengan sihir itu seandainya mereka mengetahui.” (al-Baqarah: 102)
Nabi n juga bersabda:
اجْتَنِتُوْا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ. قَالُوْا: ياَ رَسُولَ اللهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ، وَالسِّحْرُ…
“Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya, ‘Apa tujuh perkara itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘(Di antaranya) syirik kepada Allah, sihir’…” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)
Saking cemburunya, sebagian wanita bahkan ada yang sampai berangan-angan tidak dibolehkannya poligami dalam syariat ini3. Bahkan ada yang membenci syariat karena menetapkan adanya poligami. Sebagian yang lain mengharapkan kematian suaminya bila sampai menikah lagi. Yang lain tidak berangan demikian, tapi lisannya digunakan untuk mencaci-maki madunya, meng-ghibah4, dan menjatuhkan kehormatannya. (Nashihati lin Nisa, Ummu Abdillah al-Wadi‘iyyah, hlm. 158—159)
Karena sifat cemburu ini pula, mayoritas wanita merasa mendapatkan musibah yang sangat besar kala suaminya menikah lagi. Semestinya bagi seorang mukminah, apa pun kenyataan yang dihadapi, semuanya itu disadari sebagai ketentuan takdir Allah l. Semua musibah dan kepahitan yang didapatkan di dunia itu sangat kecil dibanding keselamatan agama yang diperolehnya.
Salahkah Bila Aku Cemburu?
Mungkin sering muncul pertanyaan demikian di kalangan para wanita. Maka jawabnya dapat kita dapati dari kisah-kisah istri Nabi n. Mereka pun ternyata memiliki rasa cemburu padahal mereka dipuji oleh Allah l dalam firman-Nya:
“Wahai istri-istri Nabi, kalian tidak sama dengan seorang wanita pun (yang selain kalian) jika kalian bertakwa…” (al-Ahzab: 32)
Al-Imam al-Qurthubi t menyatakan bahwa istri-istri Nabi n tidak sama dengan wanita lain dalam hal keutamaan dan kemuliaan, namun dengan syarat adanya takwa pada diri mereka. (al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, 14/115)
Nabi n sendiri sebagai seorang suami memaklumi rasa cemburu mereka, tidak menghukum mereka selama cemburu itu dalam batas kewajaran. ‘Aisyah x bertutur tentang cemburunya:
مَا غِرْتُ عَلَى امْرَأَةٍ لِرَسُوْلِ الله n كَمَا غِرْتُ عَلَى خَدِيْجَةَ لِكَثْرَةِ ذِكْرِ رَسُوْلِ اللهِ n إِيَّاهَا وَثَنَائِهِ عَلَيْهَا
“Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Rasulullah n seperti cemburuku kepada Khadijah karena Rasulullah n banyak menyebut dan menyanjungnya.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5229 dan Muslim no. 2435)
‘Aisyah x pernah berkata kepada Nabi n mengungkapkan rasa cemburunya kepada Khadijah:
كَأَنَّهَ لَمْ يَكُنْ فِي الدُّنْيَا امْرَأَةٌ إِلاَّ خَدِيْجَةُ؟ فَيَقُوْلُ: إِنَّهَا كَانَتْ وَكَانَتْ وَكَانَ لِي مِنْهَا وَلَدٌ
“Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita kecuali Khadijah?” Nabi n menjawab, “Khadijah itu begini dan begitu5, dan aku mendapatkan anak darinya.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 3818)
Al-Hafizh Ibnu Hajar t berkata, “Sebab kecemburuan ‘Aisyah karena Rasulullah n banyak menyebut Khadijah  x meski Khadijah x telah tiada dan ‘Aisyah x aman dari tersaingi oleh Khadijah x. Namun karena Rasulullah  n sering menyebutnya, ‘Aisyah x memahami betapa berartinya Khadijah x bagi beliau. Karena itulah bergejolak kemarahan ‘Aisyah x mengobarkan rasa cemburunya hingga mengantarkannya untuk mengatakan kepada suaminya, “Allah l telah menggantikan untukmu wanita yang lebih baik darinya.” Namun Rasulullah n berkata, “Allah l tidak pernah menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya.” Bersamaan dengan itu, kita tidak mendapatkan adanya berita yang menunjukkan kemarahan Rasulullah n kepada ‘Aisyah x, karena ‘Aisyah x mengucapkan hal tersebut didorong rasa cemburunya yang merupakan tabiat wanita.” (Fathul Bari, 9/395)
Pernah ketika Nabi n berada di rumah seorang istrinya, salah seorang ummahatul mukminin (istri beliau yang lain) mengirimkan sepiring makanan untuk beliau. Melihat hal itu, istri yang Nabi n sedang berdiam di rumahnya segera memukul tangan pelayan yang membawa makanan tersebut hingga jatuhlah piring itu dan pecah. Nabi n pun mengumpulkan pecahan piring tersebut kemudian mengumpulkan makanan yang berserakan lalu beliau letakkan di atas piring yang pecah seraya berkata, “Ibu kalian sedang cemburu.” Beliau lalu menahan pelayan tersebut hingga diberikan kepadanya ganti berupa piring yang masih utuh milik istri yang memecahkannya, sementara piring yang pecah disimpan di tempatnya. (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5225)
Hadits ini menunjukkan wanita yang sedang cemburu tidaklah diberi hukuman atas perbuatan yang dia lakukan tatkala api cemburu berkobar. Karena dalam keadaan demikian, akalnya tertutup disebabkan kemarahan yang sangat. (Fathul Bari, 9/391, Syarah Shahih Muslim, 15/202)
Namun, bila cemburu itu mengantarkan kepada perbuatan yang diharamkan seperti mengghibah, maka Rasulullah n tidak membiarkannya. Suatu saat ‘Aisyah x berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, cukup bagimu Shafiyyah, dia itu begini dan begitu.” Salah seorang rawi hadits ini mengatakan bahwa yang dimaksud ‘Aisyah adalah Shafiyyah itu pendek. Mendengar hal tersebut, Rasulullah n berkata kepada ‘Aisyah:
لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَوْ مُزِجَتْ بِمَاءِ الْبَحْرِ لَمَزَجَتْهُ
“Sungguh engkau telah mengucapkan satu kata, yang seandainya dicampur dengan air lautan niscaya akan dapat mencampurinya (yakni mencemarinya).” (HR. Abu Dawud no. 4232. Isnad hadits ini sahih dan rijal-nya tsiqah, sebagaimana disebutkan dalam Bahjatun Nazhirin, 3/25)
Juga kisah lainnya, ketika sampai berita kepada Shafiyyah x bahwa Hafshah  x mencelanya dengan mengatakan, “Putri Yahudi”, Shafiyyah menangis. Bersamaan dengan itu Nabi n masuk menemuinya dan mendapatinya sedang menangis. Maka beliau pun bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?”
Shafiyyah menjawab, “Hafshah mencelaku dengan mengatakan aku putri Yahudi.”
Nabi n berkata menghiburnya, “Sesungguhnya engkau adalah putri seorang nabi, pamanmu adalah seorang nabi, dan engkau adalah istri seorang nabi. Lalu bagaimana dia membanggakan dirinya terhadapmu?”
Kemudian beliau menasihati Hafshah x, “Bertakwalah kepada Allah, wahai Hafshah.” (HR. an-Nasa’i dalam ‘Isyratun Nisa, hlm. 43 dan selainnya)
Wallahu a’lam.
(bersambung)

1 Setan-setan menyebarkan berita bohong bahwasanya Nabi Sulaiman q menggunakan ilmu sihir sehingga ia memperoleh kerajaan yang sedemikian besar. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/139)
2 Dengan mempelajari sihir. (Taisir al-Karimirrahman, hlm. 61)
3 Bahkan poligami (ta’addud) perkara yang disyariatkan sebagaimana firman Allah l:
“Nikahilah wanita-wanita lain yang kalian senangi, dua, tiga, atau empat. Namun bila kalian khawatir tidak dapat berlaku adil di antara para istri, maka nikahilah satu wanita saja…” (an-Nisa: 3)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata, “Seorang lelaki terkadang tidak tercukupi syahwatnya dengan satu istri, maka dibolehkan baginya untuk menikahi wanita lain, satu demi satu, hingga terkumpul padanya empat istri. Pada jumlah ini terdapat kecukupan bagi setiap orang, kecuali orang tertentu yang jumlahnya sangat minim. Poligami ini juga dibolehkan bagi seseorang bila ia merasa dirinya aman dari berbuat aniaya dan zalim terhadap istri-istrinya serta ia percaya dapat menunaikan hak-hak mereka. Bila ia khawatir tidak dapat berlaku demikian, maka hendaknya ia mencukupkan dengan seorang istri.” (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 164)
Dan tentu ada hikmah-hikmah lain dalam poligami, seperti dijelaskan oleh para ulama. (red.)
“Engkau menyebut tentang saudaramu dengan apa yang tidak ia sukai.” Lalu ada yang bertanya kepada beliau, “Apa pendapatmu, wahai Rasulullah, bila apa yang kuucapkan memang ada pada diri saudaraku?” Beliau menjawab, “Bila memang apa yang kamu ucapkan itu ada pada diri saudaramu berarti engkau telah mengghibahnya, namun bila apa yang kau katakan itu tidak ada pada dirinya berarti engkau telah berkata dusta.” (HR. Muslim no. 2589)
5 Yakni Khadijah x itu wanita yang memiliki keutamaan, wanita yang cerdas dan semisalnya. Dalam riwayat Ahmad dari hadits Masruq dari ‘Aisyah x, Nabi n mengatakan, “Dia beriman kepadaku ketika semua manusia mengkufuriku, dia membenarkan aku ketika semua manusia mendustakanku, dia mendukungku dengan hartanya ketika manusia menahannya dariku, dan Allah l memberi rezeki kepadaku berupa anak darinya ketika aku tidak mendapatkan anak dari istri-istriku yang lain.” (Fathul Bari, 7/170) (ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq al-Atsariyyah)

Saat Cemburu Menyapa

Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.” (Al-Bukhari)
Tidak ada manusia yang sempurna dalam segala hal. Selalu saja ada kekurangan. Boleh jadi ada yang indah dalam rupa, tapi ada kekurangan dalam gaya bicara. Bagus dalam penguasaan ilmu, tapi tidak mampu menguasai emosi dan mudah tersinggung, kuat di satu sisi, tapi lemah di sudut yang lain.
Dari situlah kita harus cermat mengukur timbangan penilaian terhadap seseorang. Apa kekurangan dan kesalahannya. Kenapa bisa begitu, dan seterusnya. Seperti apapun orang yang sedang kita nilai, keadilan tidak boleh dilupakan. Walaupun terhadap orang yang tidak disukai, yakinlah kalau di balik keburukan sifat seorang mukmin, pasti ada kebaikan di sisi yang lain.
Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang beriman agar senantiasa bersikap adil. Perhatikan firman-Nya berikut ini: “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al maidah [5]:8)
Dengan timbangan yang adil, maka penilaian kita bisa jadi  proporsional. tidak serta-merta menilai bahwa orang itu pasti salah. Mungkin ada sebab yang membuat ia lalai, lengah, dan kehilangan kendali. Bahkan mungkin jika kita berada di posisi dan situasi yang sama, kita pun tidak lebih bagus dari orang yang kita nilai.  Karena itu, lihatlah terlebih dahulu kekurangan dalam diri kita sebelum kita menilai kekurangan orang lain.
Ego manusia cenderung mengatakan kalau ”sayalah yang lebih baik dari yang lain”. Ego seperti inilah yang kerap membuat timbangan penilaian jadi tidak adil. Kesalahan dan kekurangan orang lain begitu jelas, tapi kekurangan diri sendiri tidak pernah terlihat. Padahal, kalau saja bukan karena anugerah Allah SWT yang berupa tertutupnya aib diri, tentu orang lain pun akan secara jelas menemukan aib kita.
Sebagian dari kita, ada yang bisa menahan diri untuk tidak membuka dan membicarakan aib orang lain, tapi ada juga sebagian dari kita yang sulit menahan diri untuk tidak mengabarkan keburukan seseorang kepada orang lain. Bagi sebagian orang, hal ini terasa sulit, karena lidah kerap kali usil. Selalu saja tergelitik untuk menyampaikan isu-isu baru yang menarik. Walau sebenarnya dia mengetahui, bahwa sesuatu yang menarik buat orang lain kadang buruk buat objek yang dibicarakan. Di situlah ujian seorang mukmin untuk mampu memilih dan memilah, mana yang perlu dikabarkan dan mana yang tidak. Perhatikan sabda Rasulullah SAW sebagai berikut: “Tidak akan masuk surga orang yang suka mendengar-dengar berita rahasia orang lain.” (Al-Bukhari).
Sebaiknya, sebelum kita memberi reaksi terhadap aib orang lain, lihatlah dengan jujur seperti apa diri kita lebih baik atau lebih buruk?  Apabila ternyata kita lebih baik, maka bersyukurlah, namun jika ternyata kita lebih buruk, maka segera bertobatlah. Inilah yang dimaksud dengan: ”bahwa seorang mukmin, adalah cermin bagi mukmin lainnya. Dan bila kita menemukan bahwa diri kita masih lebih baik dari saudara semukmin kita, jangan menjadikan kita sombong dan jangan menyebarkan aib orang lain”.
Seorang mukmin dengan mukmin lainnya adalah bersaudara. Perhatikan firman Alllah SWT brikuit ini: ”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al Hujuraat [49] : 10)
Ketahuilah, orang yang gemar membicarakan aib orang lain, sebenarnya tanpa ia sadari, ia sedang memperlihatkan jati dirinya yang asli. Yaitu, tidak bisa memegang rahasia, lemah kesetiakawanannya, penggosip, penyebar berita bohong (karena belum tentu yang diceritakannya benar). Ketahuilah, semakin banyak aib yang ia bicarakan/sebarkan, maka semakin jelas keburukan diri si penyebar.
Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: ”Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat … (QS. An-Nur: 19).
Dan perhatikan juga firman-Nya dalam ayat yang lain: ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hujurat [49] :12).
Perhatikan hadits berikut ini: ”Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya sesama muslim, maka Allah SWT akan membelanya dari neraka kelak di hari Kiamat.” (HR. Tirmidzi 1932, Ahmad 6/450)
Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: ”Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka kata Nabi saw: “engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu? Jawab Nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah mengghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.”(HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)
Jadi bila masih ada dari kita yang kadang masih suka membicarakan dan atau mengungkapkan aib orang lain (sekalipun aib itu benar) maka sadarlah segera, karena ghibah merupakan dosa besar yang hanya akan diampuni, setelah orang yang kita ghibah memaafkan kita. Dan biasanya, kebanyakan dari kita, sangat malu untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan kita,  pada orang yang telah kita bicarakan aibnya.

Jangan Membicarakan Aib Orang Lain

 
Indoking (Kumpulan Berbagai Macam Informasi) © Copyright 2015 - Designed by Muhammad Iqbal
Back to top
Selamat Datang di www.indoking.blogspot.co.id (Download Mp3, Software, Games, Film, ebook, Chord Gitar, Tips and Trick, Operator Sekolah, Android, dll). Terima Kasih Atas Kunjungannya, Jangan lupa Komentarnya, Dan Berkunjunglah Kembali Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru 2016.