Wednesday, March 23, 2016

Ilustrasi Gerhana Bulan
Ilustrasi terjadinya gerhana bulan, baik total, sebagian, penumbra, maupun penumbra sebagian
indoking.net – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, berdasarkan fatwa yang dikeluarkan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyatakan tidak disunnahkan shalat sunah khusuf untuk gerhana bulan penumbra, yang terjadi pada 23 Maret 2016. Berikut ini adalah hujjah (argumen) ringkas himbauan tersebut, yang dirangkum dari fatwa MTT dan beberapa ahli fiqih Muhammadiyah Jatim.

Tentang hukum shalat khusuf atau tidaknya saat Gerhana Bulan Penumbra (GBP), tentu harus berangkat dari pengenalan terhadap fenomena alam ini. Secara umum, gerhana bulan terjadi pada saat oposisi/istikbal (kebalikan ijtimak), yakni saat bulan purnama. Saat itu bumi berada di antara matahari dan bulan. Tetapi tidak setiap saat oposisi (istikbal) terjadi gerhana bulan, karena saat itu bumi tidak selalu persis berada pada garis lurus antara “titik pusat bulan” dan “titik pusat matahari”. Hanya saja jika menyentuh garis lurus itu terjadi gerhana.

Gerhana bulan terjadi saat bulan masuk dalam bayang-bayang bumi. Karena bola bumi lebih besar dari bola bulan, maka dimungkinkan seluruh bodi bulan masuk dalam bayang-bayang pekat bumi (umbra) sehingga terjadi gerhana bulan total yang teramati dari seluruh muka bumi. Inilah yang disebut dengan gerhana bulan total.

Namun, bisa juga terjadi hanya sebagian bodi bulan yang masuk dalam bayangan pekat bumi (umbra), sehingga terjadi gerhana bulan sebagian. Dalam kasus ini, piringan bulan terlihat dari muka bumi tidak utuh bulat karena sebagiannya tertutup bayangan gelap bumi.

Bahkan bisa juga bodi bulan tidak masuk sama sekali dalam bayang-bayang pekat bumi (umbra), melainkan hanya masuk seluruhnya dalam bayang-bayang semu bumi (penumbra), dan inilah yang dinamakan GBP. Dalam kasus ini, terlihat dari bumi tidak ada bagian piringan bulan yang tertutup oleh bayang-bayang gelap bumi (umbra). Bisa juga terjadi bahwa bodi bulan hanya sebagian saja yang masuk dalam bayang-bayang semu bumi (penumbra) sehingga disebut gerhana bulan penumbra sebagian.

Dalam kasus gerhana penumbra, piringan bulan tampak utuh dan bulat, dan tidak tampak terpotong. Hanya saja cahaya bulan sedikit redup dan terkadang orang tidak bisa membedakannya dengan tidak gerhana. Tidak ada bagian piringan bulan yang tertutup yang membuatnya tampak tidak utuh.”GBP adalah sinar matahari yang lewat di atas atau bawah bulan yang sampai ke bumi,” begitu jelas anggota MTT PWM Jatim, A. Mukarram, MAg, tentang pengertian sederhana GBP.

Untuk mudahnya bisa dilihat dalam peragaan di bawah ini:
Ilustrasi Gerhana Bulan
Ilustrasi terjadinya gerhana bulan, baik total, sebagian, penumbra, maupun penumbra sebagian
Keterangan:
1: matahari
2: bumi
3: lintasan bumi mengelilingi matahari
4: lintasan bulan mengelilingi bumi
5: umbra (bayang-bayang pekat bumi)
6: penumbra (bayang-bayang semu bumi)
7-10: bulan mengelilingi bumi
7: gerhana bulan penumbra
8: gerhana bulan total
9: gerhana bulan sebagian
10: gerhana bulan penumbra sebagian


Perlu dicatat, ketika perjalanannya mengelilingi bumi saat gerhana, bulan tidak selalu melintasi bayang-bayang pekat bumi (umbra), melainkan bisa saja hanya lewat di sampingnya dalam bayang-bayang semu bumi (penumbra). Dalam kasus ini tidak terjadi gerhana umbra, baik sebagian maupun total. Yang terjadi hanya GBP, sebagaimana yang terjadi pada 23 Maret 2016 dan 16 September 2016 mendatang.

Ilustrasi mudahnya adalah sebagai berikut:
Ilustrasi Gerhana Bulan
Ilustrasi beberapa macam gerhana bulan
Keterangan:
1: “GBP Total” karena keseluruhan bulan masuk dalam penumbra
2: “Gerhana Bulan Total” karena keseluruhan bulan masuk dalam umbra
3: “Gerhana Bulan Sebagian” karena hanya sebagian bulan yang masuk dalam umbra
4: “GBP Sebagian” karena hanya sebagian bulan yang masuk dalam penumbra


Mengapa Tidak Disunnahkan Shalat Khusuf?
Salah satu tuntunan terkenal dari Nabi Muhammad saw tentang shalat gerhana, baik matahari maupun bulan, adalah sebagai berikut:
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى حَيَاةِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَصَفَّ النَّاسُ وَرَاءَهُ ، فَكَبَّرَ فَاقْتَرَأَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِرَاءَةً طَوِيلَةً ، ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ، ثُمَّ قَالَ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقَامَ وَلَمْ يَسْجُدْ ، وَقَرَأَ قِرَاءَةً طَوِيلَةً ، هِىَ أَدْنَى مِنَ الْقِرَاءَةِ الأُولَى ، ثُمَّ كَبَّرَ وَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ، وَهْوَ أَدْنَى مِنَ الرُّكُوعِ الأَوَّلِ ، ثُمَّ قَالَ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ . ثُمَّ سَجَدَ ، ثُمَّ قَالَ فِى الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ مِثْلَ ذَلِكَ ، فَاسْتَكْمَلَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِى أَرْبَعِ سَجَدَاتٍ ، وَانْجَلَتِ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَنْصَرِفَ ، ثُمَّ قَامَ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ هُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ ، لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ
Dari ‘Aisyah, istri Nabi saw, [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Pernah terjadi gerhana matahari pada masa hidup Nabi saw, lalu beliau keluar ke masjid dan jamaah berdiri bershaf-shaf di belakang beliau. Rasulullah saw bertakbir lalu beliau membaca qiraat yang panjang, kemudian beliau bertakbir dan rukuk dengan dengan rukuk yang lama. Lalu beliau mengucapkan sami‘allaahu liman ḥamidah dan berdiri lurus, kemudian tidak sujud, melainkan membaca qiraat yang panjang, tetapi lebih pendek dari qiraat pertama, kemudian beliau rukuk yang lama, tetapi lebih singkat dari rukuk pertama. Kemudian beliau membaca sami‘allaahu liman ḥamidah, rabbanaa wa lakal-hamd. Kemudian beliau sujud. Kemudian pada rakaat kedua (terakhir) beliau mengucapkan ucapan seperti pada rakaat pertama, sehingga terpenuhi empat rukuk dan empat sujud. Kemudian sebelum beliau selesai, matahari lepas dari gerhana. Kemudian beliau berdiri dan mengucapkan tahmid untuk memuji Allah sesuai dengan yang menjadi kepatutan bagi-Nya, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak gerhana karena mati dan hidupnya seseorang. Jika kamu melihat keduanya, segeralah mengerjakan shalat [HR Bukhari, Nasa’i, dan Ahmad)

Menurut hadits ini, apabila terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan, maka dilakukan shalat gerhana. Kata “melihat” dalam hadits di atas tidak diartikan melihat secara fisik, tetapi dimaknai mengalami. Jadi walaupun kita tidak melihat gerhana itu secara fisik karena saat itu hujan lebat misalnya atau keadaan langit berawan tebal yang menghalangi terlihatnya gerhana, saat itu tetap disunatkan shalat gerhana karena kita sedang mengalaminya, meskipun tidak melihatnya secara fisik lantaran tertutup awan tebal.
Pertanyaannya, lantas bagaimana hukum shalat khusuf dalam kasus GBP? Untuk itu, MTT PP Muhammadiyah lebih menekankan pada penyelidikan makna kata “khusuf” dan “kusuf” yang digunakan untuk menyebut gerhana dalam hadits. Perlu ditegaskan bahwa dalam fikih istilah gerhana matahari disebut kusūf dan gerhana bulan disebut khusūf. Namun dalam hadits tidak ada pengkhususan seperti itu.

Kata “khusuuf” yang digunakan dalam kasus gerhana bulan, secara keseluruhan mengandung makna terbenam, hilang, berkurang, membolongi, menyobek. Khusuf berarti piringan bulan hilang terbenam dalam umbra atau hilang sebagian sehingga tampak piringannya seperti terpotong dan tidak utuh karena sebagiannya masuk dalam umbra bumi. Adapun kata “kusuuf” yang digunakan untuk kasus gerhana matahari berarti menutupi, memotong, atau suram, muram atau berubah warna muka.

MTT PP Muhammadiyah lantas menyimpulkan bahwa gerhana yang dalam hadits disebut dengan khusuuf atau kusuuf berarti bahwa piringan matahari atau bulan terbenam dan hilang atau terpotong/ompong dan tampak tidak utuh. Dalam kasus gerhana bulan, ia terjadi ketika piringan bulan tampak hilang atau terpotong atau ompong dan tidak utuh karena masuk dalam umbra. Jika tidak masuk ke dalam umbra, tetapi hanya masuk dalam penumbra, piringan bulan akan tetap tampak utuh (bulat) dan tidak ada bagiannya yang tampak terpotong.

Berangkat dari analisis semantik “khusuuf” dan “kusuuf” itu, MTT PP Muhammadiyah berpendapat bahwa shalat gerhana bulan dilakukan apabila terjadi gerhana di mana piringan dua benda langit tampak berkurang atau tidak utuh atau hilang seluruhnya. Sementara dalam kasus GBP, piringan bulan tampak utuh dan bulat, tidak tampak terpotong, hanya cahaya bulan sedikit redup. Sehingga tidak disunatkan melakukan shalat gerhana bulan.

“Gerhana bulan yang dibicarakan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad saw hanyalah gerhana bulan yang umbra, baik total maupun sebagian,” jelas Wakil Ketua PWM Jatim bidang Tarjih, DR Syamsuddin. Karena itu, meski GBP dalam ilmu astronomi bisa saja disebut gerhana, tapi ia bukan gerhana yang dimaksud dalam diskursus fiqih maupun hadits Nabi yang menganjurkan untuk menyelenggarakan shalat khusuf.

Wallahu a’lam bi al-Shawab.

Ini Alasan Mengapa Tidak Disunnahkan Shalat Khusuf Saat Gerhana Bulan Penumbra

Tuesday, March 22, 2016

 

Nitizen di hebohkan dengan adanya dua biksu yang mengikuti sholat berjamaah di masjid, pasalanya biksu itu masih menggunakan pakaian kebesarannya, hingga saat ini belum di ketahui apakah biksu itu sudah masuk islam atau tidak namun foto yang itu sudah terlanjur bikin heboh nitizen.
Kejadian ini di perkirakan terjadi di sebuah masjid sekitar Rantau, Panjang, Kelantan.

Sontak hal tersebut membuat netizen heboh dan mempertanyakan apa maksud mereka menjalankan shalat berjamaah bersama jamaah muslim lain di masjid.

Menanggapi hal itu, dari beberapa sumber menjelaskan bahwa kedua biksu tesebut berniat ingin mendalami agama Islam. Mereka mencoba mempelajari Islam seperti yang ada dalam gambar itu.

Kejadian dua orang biksu ikut shalat berjamaan selepas terjadi kebakaran besar pada bulan januari 2014 silam, yang menyebabkan semua bangunan musnah tetapi hanya satu yang masih utuh tidak terlalap api. Hal ini menunjukkan Kebesaran Tuhan yang Maha Esa. Mungkin hal tersebut yang membuat kedua biksu itu ingin mendalami Islam.



Dalam beberapa foto lainnya, nampak seorang ustadz seolah tengah mengajarkan sesuatu kepada kedua biksu tersebut. Dari foto-foto itu, barulah netizen percaya emang ada niat dari kedua biksu itu untuk mendalami agama Islam.


Ada juga yang menyatakan bahwa kejadian itu terjadi di selatan Thailand. Sampai saat ini status Dua Orang Biksu Ikut Shalat Berjmaah tersbut apakah mereka telah masuk Islam atau tidak. Beredarnya foto-foto tersebut sudah terlanjur menghebohkan netizen di dunia maya.

GEGER!! 2 Biksu Mengikuti Sholat Berjama'ah


Dibully di sekolah, remaja ini balas penghinaan dengan jadi jutawan 
Ollie Forsyth punya gaya tersendiri buat membalas bully-an yang diterimanya di sekolah. Bukannya melakukan tindak kekerasan, pemuda 17 tahun ini justru membalas perbuatan teman-temannya dengan menjadi jauh lebih sukses dari mereka semua.

Dilansir Daily Mail (25/9), Ollie Forsyth merupakan remaja yang sering jadi bahan ejekan di SMA. Salah satunya karena pemuda asal Pury End, Inggris ini mengalami disleksia alias gangguan dalam belajar.

"Saya pergi ke sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang berguna untuk disleksia saya dan sangat menyenangkan," tutur Ollie kepada DailyMail. "Kemudian saya pindah ke sekolah di Dorset di mana saya mengalami 3 tahun terburuk dalam hidup saya."

Ollie menjadi korban bullying di sekolah dan di dunia maya. Saking parah bully-an yang harus ditanggung Ollie, dia sampai berniat untuk mengakhiri hidupnya.

Awalnya Ollie tidak menceritakan perlakuan yang diterimanya kepada siapa-siapa. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk meminta saran dari guru konseling. Sang guru menyarankan agar Ollie tetap bertahan dan menjadi orang sukses di masa depan.

"Inilah yang membawa saya menuju kesuksesan. Saya di-bully begitu keras, saya ingin mengakhiri hidup, tetapi saya berkata kepada diri sendiri 'Saya akan menjadi jutawan suatu hari nanti dan mereka akan bekerja untuk saya."

Lantas Ollie merintis Ollie's Shop, sebuah toko suvenir online pada usia 13 tahun. Bisnis yang terlihat sepele itu berhasil meraup 13.000 Poundsterling pada tahun pertama. Bisnis yang dikelola Ollie terus berkembang pesat dan menghasilkan 30.000 Poundsterling per tahun saat usianya mencapai 17 tahun.





 




Photo credit: DailyMail

Ollie berhasil meraih penghargaan The Great British Entrepreneurs. Saat ini dia tengah menulis sebuah buku dan membuat majalah entrepreneur yang beredar di Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman. Dia membuat situs khusus pertukaran online yang diberi nama University Bell. Dia mendirikan UNBXD, sebuah agensi digital dengan salah satu temannya di sekolah dulu. Perusahaan-perusahaan bergengsi di berbagai negara berebut untuk menjadikannya salah satu karyawan. Ollie bahkan ditawari 10 persen kepemilikan saham aplikasi bernilai 1,5 juta Poundsterling.



Photo credit: DailyMail

Dan yang paling penting, Ollie akan menjadi jutawan pada usia 20 tahun nanti. Di antara teman-teman yang suka mengejek Ollie, 5 di antaranya telah mengajukan lamaran kerja kepadanya. Dia juga sering diminta untuk memberikan materi entrepreneurship di sekolahnya yang dulu.



Photo credit: DailyMail

"Menurut saya lucu sekali rasanya ketika saya meninggalkan sekolah dengan teman yang sangat sedikit dan saya tidak mendapatkan 3 tahun yang menyenangkan di sana, tetapi sekarang para pelajar rutin meminta saya untuk melakukan sesuatu bersama mereka. Saya sama sekali tidak bermasalah dengan hal ini. Menurut saya ini justru bagus karena itu membuktikan pada mereka kalau saya bukan orang gagal," pungkas Ollie.

Dibully di sekolah, remaja ini balas penghinaan dengan jadi jutawan


Rahasia Cantik Wirda, Putri Ustaz Yusuf Mansur  
Wirda Mansur (Instagram Wirda)

Tak hanya pintar dan ramah, putri Ustaz Yusuf Mansur, Wirda Salamay Ulya juga memiliki paras yang cantik. Tak pelak para peselancar dunia maya pun memuji kecantikan Wirda.
Indoking.net - Tak hanya pintar dan ramah, putri Ustaz Yusuf Mansur, Wirda Salamay Ulya juga memiliki paras yang cantik. Selalu terlihat bugar dan cerah setiap hari. 

Tak pelak para peselancar dunia maya pun memuji kecantikan Wirda. Tidak sedikit netizen yang bertanya rahasia kecantikan perempuan yang menjadi duta Quran Indonesia di Amerika itu.

Ada yang menyangka Wirda kerap mengenakan riasan wajah, sehingga membuatnya terlihat semakin cantik.
"Wirda daily make upnya apa saja?," tutur akun Fi di akun ask fm milik Wirda, Rabu 16 Maret 2016.

Namun rupanya Wirda tidak mengenakan make up, ia pun membuka rahasia cantiknya. "Sholat tahajjud," jawab Wirda di akun ask.fmnya.

Rahasia Cantik Wirda, Putri Ustaz Yusuf Mansur

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Ketika Madinah terjadi gerhana matahari, ketahuilah bahwa Rasulullah merasa takut dan segera mengajak umat Islam untuk shalat di mesjid. 

Meskipun beliau adalah manusia yang paling mengetahui segala sesuatunya [lewat izin Allah] tapi Rasulullah tidak menunjukkan sikap yang tenang ketika terjadi gerhana.

Sebaliknya, Rasulullah malah waspada. Beliau takut dan khawatir akan terjadi kiamat.
Lihatlah, sungguh berbeda dengan sikap umat [Islam ] sekarang ini.  Merasa teknologi sudah demikian canggihnya, sehingga menganggap peristitwa gerhana [ matahari atau bulan ] adalah sebuah peristiwa alam ‘biasa’ yang tidak perlu disikapi apapun.  Jika Rasulullah takut, umatnya malah gembira.  Jika Rasulullah waspada, umatnya malah sibuk berencana foto selfie.  Jika Rasulullah khawatir akan terjadi kiamat, umatnya malah larut dalam rencana pesta gemerlap.

Astagfirullah. Akan jadi apakah umat ini jika sikap Rasulullah tidak menjadi teladan bagi kita?  Janganlah kita merasa sok lebih pintar, sok lebih hebat, lebih canggih ketimbang jaman Rasulullah.

Meskipun jaman Rasulullah belum ada satelit luar angkasa, belum ada teropong bintang, bahkan belum ada mobil.  Tapi ketahuilah, ilmu yang dimiliki Rasululah adalah yang paling luas, dalam dan lengkap yang pernah dimiliki oleh manusia.

Kita hanya tahu peristiwa gerhana matahari hanya dalam perspektif ilmu pengetahuan.  Tapi apa kandungan peristiwa dibalik semua itu, kita buta sama sekali.  Kita tidak punya ilmu sedikitpun untuk menyingkap tabir dibalik peristiwa gerhana yang terjadi di tahun 2016 ini.  Mengapa gerhana tidak terjadi tahun sebelumnya, atau mengapa tidak 4 tahun lagi ?

Jawabannya bukan hanya persoalan science.  Tapi sesungguhnya ada sesuatu yang menyelimuti hal itu, yang tidak kita ketahui.  Ada ‘suatu pesan’  yang hendak disampaikan Allah Ta’ala dari peristiwa gerhana ini.

Sesuatu yang menyelimuti itulah yang diketahui oleh Rasulullah, sehingga beliau merasa khawatir, takut dan waspada.  Dan sebagai solusi dari ketakutan beliau, Rasulullah melakukan shalat kusuf,

Sungguh, Nabi Takut Akan Gerhana
عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ
Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda,”Sesungguhnya ini adalah tanda tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba hambaNya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah.”

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:

Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat.

Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam saja sangat takut ketika itu, padahal kita semua tahu bersama bahwa beliau shallallahu ’alaihi wa sallam adalah hamba yang paling dicintai Allah.

Lalu mengapa kita hanya melewati fenomena semacam ini dengan perasaan biasa saja, mungkin hanya diisi dengan perkara yang tidak bermanfaat dan sia-sia, bahkan mungkin diisi dengan berbuat maksiat.

Siapa yang  tahu peristiwa ini ternyata  adalah tanda datangnya bencana atau adzab ?  Atau tanda semakin dekatnya hari kiamat, misalnya dengan semakin lemahnya tembok yang mengukung Ya’juj dan Ma’juj ?  Atau akan semakin keringlah sungai Eufrat di Iraq ?
Sesungguhnya, ada ‘pesan’ apakah yang hendak disampaikan Allah Ta’ala dari peristiwa gerhana ini ?
Tidak patutlah umat Nabi Muhammad menyambut gerhana [ matahari atau bulan ] dengan suka cita. 

Karena tuntunan Rasulullah menyuruh kita untuk menghadapi gerhana dengan mempertebal keimanan, dan terus menerus berzikir mengingat Allah.  Kita tidak tahu bencana apa sesungguhnya yang tengah menanti kita, tapi kita pasrahkan semuanya kepada Allah Ta’la.

Perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.  Dan bukannya malah berpikir untuk foto selfie atau mengagumi peristiwa gerhana itu sendiri.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Wallahu a’lam bishowab
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Rasulullah Takut Akan Gerhana, Tapi Umatnya Malah Menyepelekan

Monday, March 21, 2016


Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016 - Ya, tepat dua pekan setelah Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016, sebuah peristiwa gerhana akan terjadi lagi. Kali ini Gerhana Bulan Penumbra, yang akan terjadi pada fase Bulan Purnama pada 23 Maret 2016. Seperti apakah gerhana Bulan ini? Dan apakah bisa dilihat di Indonesia? Berikut penjelasannya.
Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika Matahari-Bumi-Bulan terletak pada satu garis lurus di bidang Tata Surya sehingga bayangan Bumi menutupi sebagian atau keseluruhan Bulan. Proses terjadinya Gerhana Bulan dari adalah saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis yang sama. Akibatnya, sinar Matahari tidak sampai ke Bulan karena terhalang oleh Bumi.


Lain halnya dengan Gerhana Matahari yang berbahaya dilihat oleh mata karena silau, Gerhana Bulan justru harus diamati dengan mata. Namun sayangnya, Gerhana Bulan Penumbra ini tidak begitu terlihat dengan kasat mata. Dan mungkin tidak akan terasa sedang terjadi gerhana Bulan, mengapa demikian?

Gerana Bulan Penumbra terjadi pada saat seluruh atau sebagian permukaan Bulan masuk pada bagian bayangan penumbra Bumi. Adapun penumbra adalah bayangan kabur yang terjadi pada saat gerhana atau terjadinya bayangan pada benda gelap (tidak tembus pandang) pada Bulan.
Ilustrasi letak konfigurasi Gerhana Bulan Total, Sebagian dan Penumbra. www.indoking.net
Artinya, ketika Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016 terjadi, Bulan melintasi wilayah bayangan Bumi yang masih terdapat cahaya atau daerah bayangan kabur Bumi. Bulan masih dapat terlihat dengan mata telanjang maupun kamera dan teleskop, tapi dengan cahaya yang sedikit redup.

Jam Berapa dan Di Mana Bisa Melihatnya?

Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016 dapat diamati di seluruh Indonesia. Namun, untuk Indonesia Barat dan Tengah, Bulan sudah dalam kondisi gerhana saat terbit di ufuk Timur. Hanya Indonesia bagian Timur yang bisa melihat proses gerhana dari awal hingga akhir.

Selain Indonesia, wilayah-wilayah lain yang bisa melihat Gerhana Bulan Penumbra ini cukup banyak dan cakupannya luas, berikut infografisnya:
Wilayah yang bisa dan tidak bisa melihat Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016. Kredit: In-the-sky.org
Gerhana Bulan Penumbra berlangsung selama 4 jam, 15 menit, 22 detik. Kontak awal gerhana mulai pukul 16:39:31 WIB, puncak gerhana pukul 18:47:14 WIB dan gerhana berakhir pada pukul 20:54:53 WIB.

Apakah Gerhana Bulan Penumbra Berbahaya?

Sama sekali tidak berbahaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Gerhana Bulan Penumbra tidak akan terlalu terlihat dengan kasat mata, Anda butuh teleskop untuk melihat perubahan redupnya Bulan akibat memasuki bayangan penumbra Bumi.

Anda juga tidak disarankan menggunakan kacamata berfilter Bulan (ya, tidak ada filter Bulan!), mengamati dengan mata telanjang saja sudah sangat aman karena Anda nantinya hanya akan melihat Bulan Purnama yang sedikit meredup di langit.

Tapi bagi Anda yang seorang fotografer, momen Gerhana Bulan Penumbra ini cukup sayang untuk dilewatkan. Anda dapat memotret wajah Bulan sebelum dan saat puncak gerhana penumbra. Tentu hasilnya akan sangat menarik seperti foto paling atas pada artikel ini.

Pada Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016, 77% dari wajah Bulan Purnama akan terhalang bayangan penumbra Bumi pada saat puncak gerhana. 

Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016

 
Indoking (Kumpulan Berbagai Macam Informasi) © Copyright 2015 - Designed by Muhammad Iqbal
Back to top
Selamat Datang di www.indoking.blogspot.co.id (Download Mp3, Software, Games, Film, ebook, Chord Gitar, Tips and Trick, Operator Sekolah, Android, dll). Terima Kasih Atas Kunjungannya, Jangan lupa Komentarnya, Dan Berkunjunglah Kembali Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru 2016.